RADARTUBAN - Salah satu karyawan Hanung Bramantyo dan Zaskia Adya Mecca alami penganiayaan.
Faisal Handri dipukul oleh salah seorang yang mengaku sebagai anggota, di Jalan Ampera Raya, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (22/9) pukul 07.15 WIB.
Insiden tersebut terjadi saat Faisal berada di jalan untuk mengantar putri kedua Hanung berangkat sekolah, menggunakan sepeda motor.
Saat berada di Jalan Ampera, dari arah yang berlawanan pelaku hampir menabrak Faisal, sontak membuat Faisal membunyikan klakson.
Tak terima dengan klakson yang dibunyikan oleh Faisal, pelaku yang mengendarai motor vespa matic merah muda tersebut memutar arah dan menghadang Faisal.
Tanpa mencopot helm pelaku kemudian turun dari motor dan langsung memukul serta membentak Faisal.
Faisal terjatuh setelah mendapatkan pukulan tersebut, sementara itu anak Hanung Bramantyo turun dari motor dan menghindari keributan dengan mundur beberapa langkah kebelakang.
“Pelaku motor pink teriak-teriak sambil menghajar Faisal bilang, ‘enggak terima kamu?’,” tulis Zaskia di unggahan storynya.
Tidak hanya mengalami pukulan, setelah terjatuh leher, kepala, serta punggung Faisal diinjak oleh pelaku, membuat helm Faisal hancur.
Warga setempat yang berada di lokasi kejadian sempat menahan pelaku, namun saat ditahan oleh warga pelaku mengatakan bahwa dirinya adalah seorang anggota.
“(Sementara) Faisal dipukul sampai jatuh, lehernya diinjak, pinggang dan kepala diinjak pula sampai helmnya hancur. Pelaku sempat ditahan warga, tapi dia teriak-teriak kalau dia anggota, entah anggota apa! pakai batik, dan tadi langsung ngeloyor pergi,” ucap Zaskia.
Hanung Bramantyo mengatakan bahwa saat kejadian ia dan Zaskia sedang menjalankan ibadah umrah. Sehingga Faisal diberi tugas untuk mengantarkan anaknya bersekolah.
Hanung juga mengatakan bahwa kejadian tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian, dan saat ini Hanung telah meminta Faisal untuk melakukan visum.
Hingga saat ini Hanung tidak mendapatkan informasi mengenai ciri-ciri fisik pelaku.
Sebab Faisal mengatakan bahwa pelaku hanya mengatakan bahwa dirinya seorang anggota dan tidak membuka helmnya.
Akan tetapi kejadian tersebut terekam kamera CCTV dan warga sekitar yang menjadi saksi mata.
“Kemungkinan besar orang itu kepanikan, takut dikeroyok masa, akhirnya menyebut ‘saya anggota’,” ujarnya.
Mengutip dari kompas.com Kapolsek Pasar Minggu Kompol Anggiat Sinambela membenarkan bahwa pihak korban, Faisal telah membuat laporan polisi (LP).
“Iya baru laporan. Ya itu nanti kita selidiki ya seperti apa nanti. Mudah-mudahan nanti ada petunjuk di CCTV, ada warga yang melihat, itu nanti kita cek seperti apa kejadiannya,” tutur Kompol Anggiat Sinambela. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama