RADARTUBAN - Rose BLACKPINK menjadi sorotan setelah diduga mengalami perlakuan rasisme di ajang Paris Fashion Week 2026.
Insiden ini terjadi ketika majalah Elle UK mengunggah foto grup yang menampilkan Charli XCX, Hailey Bieber, dan Zoë Kravitz, tetapi secara dataran tinggi menghapus gambar Rose dari foto tersebut.
Hal ini memicu protes keras dari penggemar yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk diskriminasi rasial dan kurangnya representasi terhadap artis Asia.
Rose, yang merupakan duta global merek fesyen Saint Laurent sejak 2025, menghadiri peragaan busana koleksi Saint Laurent Spring/Summer 2026 di Paris dan duduk di barisan depan bersama para selebritas ternama.
Meski hadir dalam acara bergengsi tersebut, Rose justru dipotong dari foto resmi yang diunggah oleh majalah asal Inggris itu.
Elle UK mengklaim bahwa penghapusan gambar Rose disebabkan oleh batasan ukuran foto, namun hal ini dianggap oleh publik sebagai alasan yang tidak memadai dan dianggap rasisme terselubung.
Menangapi kontroversi ini, Rose BLACKPINK memilih untuk bersantai dan profesional.
Dalam unggahan Instagram-nya, dia menyampaikan penghargaan kepada direktur kreatif Saint Laurent, Anthony Vaccarello, serta memuji karya yang ditampilkan dalam pertunjukan tersebut.
Selain kontroversi terkait fesyen dunia, pengaruh Rose BLACKPINK juga kuat di dunia musik, dengan prestasi seperti memenangkan Video Music Awards (VMA) 2025 untuk kategori Lagu Terbaik berkat kolaborasinya dengan Bruno Mars.
Kejadian ini sekaligus menegaskan posisi Rose sebagai figur penting yang terus berkarya dan berpengaruh di berbagai bidang industri hiburan internasional.
Penggemar dan publik luas berharap kejadian seperti ini membuka dialog lebih luas untuk perubahan positif di dunia fashion. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama