RADARTUBAN - Penyanyi Bernadya Ribka menyuarakan secara mendalam atas maraknya yang mencakup fitur Buatan AI Grok di media sosial X untuk tujuan tidak senonoh.
Kritiknya ini menunjukkan setelah banyak pengguna X memanfaatkan Grok mengedit foto perempuan menjadi tampak mengenakan bikini atau pakaian minim tanpa izin, yang sepanjang penyebaran konten merugikan.
Fenomena tersebut ramai terdeteksi di belakangan ini, di mana netizen kerap meminta Grok mengedit gambar perempuan menjadi tampilan seksi, seperti mengenakan bikini, tanpa izin subjek gambar.
Kritik Bernadya muncul di tengah keresahan publik soal perlindungan Grok, chatbot buatan xAI milik Elon Musk yang terintegrasi di X.
Menurut pantauan, unggahan Bernadya menyindir perilaku tersebut sebagai "aneh" dan mengambil akal sehat pelaku, memicu diskusi luas di media sosial.
Kasus serupa juga menyoroti isu global, seperti perintah pemerintah India agar X memperbaiki Grok akibat konten tidak senonoh yang dihasilkan, termasuk gambar seksual eksplisit.
Hingga kini, x AI dan X belum menanggapi secara resmi keluhan tersebut, meskipun membahas ini berpotensi melanggar etika digital dan privasi.
Sebagai penyanyi hits "Hidup Harus Tetap Berjalan," Bernadya menilai pujian Grok mencerminkan kedewasaan pengguna platform yang masih rendah.
Konten manipulasi Grok tidak hanya meresahkan perempuan, tetapi juga berpotensi melanggar hukum privasi dan memicu isu privasi.
Kritik Bernadya jadi mengingatkan pentingnya tanggung jawab pengguna teknologi AI di ruang digital. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni