RADARTUBAN – Memoar Broken Strings karya aktris Aurelie Moeremans akhirnya resmi melangkah menuju proses penerbitan fisik.
Setelah sebelumnya dirilis gratis dalam bentuk digital dan menjadi bahan perbincangan luas di media sosial, buku yang mengangkat perjalanan emosional serta trauma masa lalu itu akan segera dirilis dalam edisi cetak.
Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Penerbit Ohara melalui akun media sosial resminya.
Dalam pengumuman itu, pihak penerbit memastikan bahwa Broken Strings akan dicetak dalam format hard cover dan dibuka untuk pemesanan awal (pre-order) dalam waktu dekat.
“Buku ‘Broken Strings’ karya @aurelie tak lama lagi dapat kamu genggam secara langsung untuk kamu baca di kamar, sekolah, kampus, cafe, atau di mana saja,” tulis Penerbit Ohara.
Tak hanya hadir dalam bentuk fisik, versi cetak Broken Strings juga akan mendapatkan pengayaan visual eksklusif.
Ohara menggandeng Illustrator by Amy untuk menghadirkan ilustrasi yang memperkuat narasi personal Aurelie, sehingga pembaca dapat merasakan pengalaman membaca yang lebih mendalam.
“Di bulan ini, kami akan buka pintu pemesanan (open pre-order) untuk kamu semua,” tambah penerbit.
Antusiasme Pembaca Sambut Versi Cetak Broken Strings
Pengumuman preorder ini disambut meriah oleh warganet, terutama mereka yang sudah membaca versi digitalnya. Sejumlah artis dan figur publik juga menunjukkan antusiasme tinggi.
“MAUUUU,” tulis @hestipurwadinata.
“Can’t wait!” komentar @citraciki.
Sejak pertama kali dirilis secara daring, memoar ini menjadi viral karena keberanian Aurelie mengungkap pengalaman pahit menyangkut trauma masa kecil, manipulasi emosional, hingga hubungan tidak sehat yang membekas dalam hidupnya.
Alasan Aurelie Moeremans Gratiskan Buku di Link Bio
Sebelum masuk proses penerbitan, Aurelie sempat membagikan Broken Strings secara gratis dalam format digital berbahasa Indonesia dan Inggris.
Istri Tyler Bigenho tersebut mengunggah tautan unduhan di bio Instagram-nya.
Keputusan ini bukan tanpa alasan.
Aurelie menegaskan bahwa tujuan utama penulisan buku tersebut adalah memberikan dukungan dan kesadaran bagi mereka yang pernah atau sedang berada dalam hubungan tidak sehat.
Dengan membagikannya secara cuma-cuma, ia ingin kisah tersebut menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan kekuatan emosional.
“Niat awalnya adalah, kalau aku bisa menyelamatkan satu saja ‘Aurelia kecil’ lain di luar sana, semua yang terjadi sama aku nggak sia-sia… Aku rilis ini karena memang hanya ingin membantu perempuan-perempuan agar nggak usah mengalami apa yang aku alami,” tulis Aurelie di Instagram.
Kini, melalui kolaborasi dengan penerbit, Broken Strings hadir sebagai arsip personal sekaligus karya reflektif yang dapat dibaca lintas generasi.
Cara Pre-Order Buku Broken Strings
Penerbit Ohara memastikan bahwa periode pre-order akan dibuka bulan ini.
“Tinggalkan jejak dengan menulis ‘MAU’ di kolom komentar. Ketika masa pemesanannya resmi dibuka, kami akan selipkan ke kotak DM kamu informasi dan tautan pembeliannya,” tulis pihak penerbit.
Dengan antusiasme yang terus tumbuh dan dukungan dari publik, peluncuran cetak Broken Strings diprediksi menjadi salah satu perilisan buku paling dinantikan tahun ini. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni