RADARTUBAN - Penyanyi Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto mengkritik keras pola respon humas pemerintah yang cenderung emosional dalam menghadapi kritik publik, khususnya terkait polemik stand-up comedy Pandji Pragiwaksono.
Noe Letto menyoroti bahwa penanganan kasus Pandji menunjukkan kelemahan komunikasi krisis di kalangan pejabat.
"Saya sudah sering mengkritik bagaimana PR pemerintah menangani situasi kritis dengan cara yang sangat emosional, misalnya saat menangani kasus Pandji," ujarnya dalam video YouTube Sabrang MDP Official pada (23/1).
Dia menilai respons semacam itu justru meminta situasi alih-alih menyelesaikan masalah secara rasional.
Menurut Noe, kritik publik seharusnya ditangani dengan pendekatan sistematis: mulai dari pengakuan masalah, respon transparan, hingga komitmen yang dapat memantau masyarakat.
Sebagai Tenaga Ahli Madya DPN RI, Noe mengaku menerima jabatan ini untuk mendorong perubahan dalam interaksi pemerintah dan publik.
Kasus ini memuat materi stand-up comedy "Mens Rea" karya Pandji yang memicu kontroversi hingga dilaporkan polisi.
Tanggapan yang diberikan pemerintah dinilai terlalu sensitif bagi pihak swasta dibandingkan strategi. Pernyataan Noe ini ramai dibicarakan di tengah dinamika politik terkini. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama