RADARTUBAN - Komika kenamaan Praz Teguh baru-baru ini hadir sebagai tamu dalam kanal YouTube Raditya Dika.
Diskusi santai dan hangat ini membahas sisi lain kehidupan Praz yang jarang diketahui publik, mulai dari rencana keuangan masa depan hingga cara menjaga kesehatan mental di tengah popularitas yang kian meningkat.
Satu hal yang menarik dalam diskusi adalah ketika Raditya Dika berbicara tentang ‘dana pension’, Dia mengatakan bahwa dia telah mengumpulkan dana pensiun sejak 2019, membuat Praz terheran-heran. Raditya menggunakan strategi ini untuk tetap dapat bekerja dengan tenang tanpa tekanan finansial.
Setelah mendengar hal itu, Praz kemudian berbagi pendapatnya tentang profesi seniman, yang dia katakan memiliki ‘rezeki harimau’.
Dia mengakui bahwa memvariasikan pendapatan di luar industri hiburan sangat penting.
“Seniman itu rezekinya rezeki harimau menurut gua. Hari ini mungkin lu bisa dapat kambing, besok mungkin cuma bisa dapat ikan. Makanya gua kenapa mengalihkan ke bisnis FnB (Food and Beverage),” ujar Praz dalam kutipan video tersebut.
Raditya mengatakan bahwa itu bukan hanya masalah uang, dia juga mengatakan bahwa dia bermain game sebagai cara untuk menghilangkan stres dari pekerjaan.
Dia mengatakan bahwa dia sangat menyukai bermain game. Baginya, dunia digital adalah tempat untuk cooling down.
“Main game itu cara gua lari dari semua ini. Gua kan anaknya kerja mulu, jadi cara gua lari ke sana, cara gua cooling down,” ungkapnya sambil menyeruput kopi.
Saat keduanya berbicara tentang fenomena live streaming yang sedang populer, mereka berbicara tentang maraton live yang dilakukan oleh beberapa kreator konten.
Menurut Praz, dia sempat merasa lelah dan jenuh dengan rutinitas podcasting. Namun, dengan mengelola kanal dan timnya sendiri, ia menemukan semangat baru.
Praz juga menceritakan pengalaman lucu dan canggungnya selama liburan ke Turki di akhir sesi.
Ia kaget karena popularitasnya membuatnya dikenal meskipun jauh dari tanah air.
Dia sempat merasa tidak nyaman karena takut mengganggu orang lain saat banyak orang meminta foto bersama mereka. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni