RADARTUBAN - Bintang film ternama Hollywood, Amanda Seyfried, menuai banyak pujian berkat dedikasi luar biasanya di luar dunia hiburan.
Jauh dari kemilau karpet merah, aktris yang populer lewat perannya dalam film Mamma Mia! ini memilih untuk mendirikan sebuah lembaga penyelamatan hewan (animal rescue) nirlaba di kawasan peternakannya yang asri di Upstate New York.
Langkah nyata ini ia ambil demi memberikan kesempatan hidup kedua bagi berbagai hewan yang telantar, sakit, dan tua.
Pusat penyelamatan yang dikelola langsung oleh Amanda bersama keluarganya ini telah resmi terdaftar sebagai organisasi nonprofit.
Berbeda dengan peternakan komersial pada umumnya, tempat ini menjadi rumah perlindungan bagi hewan-hewan yang dianggap "tidak layak diadopsi" atau dibuang oleh pemilik sebelumnya karena kondisi fisiknya yang memprihatinkan.
Saat ini, tempat perlindungan tersebut menampung berbagai macam satwa, mulai dari kuda, kambing, keledai, ayam, hingga bebek dan kucing domestik yang diselamatkan dari berbagai tempat penampungan darurat.
Amanda menceritakan bahwa merawat hewan-hewan ini membutuhkan komitmen dan kerja keras yang luar biasa setiap harinya.
Rutinitasnya kini diisi dengan membersihkan kandang, memberi makan, hingga memberikan perawatan medis intensif bagi hewan yang menderita trauma atau penyakit kronis.
Baginya, berinteraksi langsung dengan hewan-hewan di tanah pertanian memberikan kedamaian psikologis tersendiri dan membantunya menjaga keseimbangan mental di tengah padatnya jadwal syuting di industri perfilman yang serba cepat.
Melalui yayasan kemanusiaan untuk satwa ini, Amanda Seyfried berharap bisa mengetuk hati masyarakat luas agar lebih peduli terhadap nasib hewan-hewan yang terabaikan.
Dia membuktikan bahwa popularitas dan kekayaan yang dimilikinya dapat disalurkan untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi makhluk hidup lain.
Tempat penyelamatan ini menjadi bukti nyata bahwa setiap hewan, sekecil atau setua apa pun mereka, berhak mendapatkan kasih sayang dan perlindungan yang layak hingga akhir hayatnya. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama