RADARTUBAN - Kawasan Pesarean Gunung Kawi kembali menjadi sorotan publik menyusul beredarnya stigma negatif terkait praktik pesugihan dan ritual sesat.
Menanggapi maraknya isu tersebut, pihak pengelola secara tegas membantah adanya praktik mistis yang melibatkan tumbal atau perjanjian gaib di area wisata religi tersebut.
Dalam tayangan YouTube Curhat Bang kali ini, Denny Sumargo membahas Isu Viral terkait Gunung Kawi dengan menghadirkan tiga narasumber yang memberikan sudut pandang berbeda.
Wahyu Handayani, merupakan cucu dari Eyang Imam Sudjono sekaligus anak juru kunci Pesarean Gunung Kawi, Marcel Radhival (Pesulap Merah), dan Doni Seorang asisten artis. yang pernah mengikuti kegiatan spiritual di Gunung Kawi.
Ia secara tegas membantah adanya ritual mistis di Gunung Kawi, dan tak pernah mendengar hal tersebut.
"Saya nggak pernah dengar yang sampai seserem ini," Katanya.
Baca Juga: Badan Geologi Bantah Isu Gunung Lawu Akan Meletus Besar, Pastikan Tak Ada Kenaikan Magma
Ia menegaskan bahwa selama ini pihaknya menjadi korban fitnah dari informasi yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, area tersebut murni difungsikan untuk kegiatan ziarah dan pelestarian adat istiadat Jawa.
“Di kita enggak ada ritual pakai darah ayam, enggak pakai darah-darah. Semua di kita itu hanya ziarah, mengucap syukur. Kalaupun ada sesajen, itu sesajen Jawa, bukan yang aneh-aneh,” ujar Wahyu saat memberikan klarifikasi dalam YouTube Curhat Bang
Wahyu menambahkan, isu pesugihan justru berdampak buruk bagi masyarakat sekitar karena mereka kehilangan mata pencariannya.
“Banyak petani yang barangnya jadi enggak kejual, pengrajin yang barangnya enggak dibeli. pengiat budaya seniman tradisional itu jadi enggak ada pekerjaan atau dilabelinn dukun," Ungkap Wahyu Handayani
Sementara itu, pegiat konten sekaligus pesulap, Marcel Radhival (Pesulap Merah), yang sempat melakukan penelusuran langsung di lokasi, mendukung pernyataan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa banyak narasi mistis yang beredar di media sosial merupakan konten yang dibuat-buat demi menaikan konten viewers.
“Tujuan saya ke sana untuk menunjukkan bahwa di sana tuh ya cuma orang-orang doa, enggak ada pesugihan-pesugihan, enggak ada gaib-gaiban gitu,” tegas Marcel.
Marcel membeberkan bahwa Sarwendah dan Jokowi pernah datang ke Gunung Kawi, sebelum menjadi menjadi presiden.
"Dan yang bikin ramainya itu nyebut nama Sarwendah pernah ke sana sama pak Jokowi ke sana. Sebelum jadi presiden," Tuturnya.
Kesaksian Berbeda Mantan Asisten Artis
Di sisi lain, Doni memberikan kesaksian berbeda berdasarkan pengalamannya saat masih menjadi asisten seorang artis.
Iya mengaku pernah mengantarkan mantan Bosnya tersebut untuk melakukan ritual pesugihan di Gunung kawi.
Menurut Doni, pulang dari tempat tersebut, mantan bosnya menunjukkan perubahan perilaku dan rutin menggelar ritual pribadi di kamar khususnya yang diisi bunga, dupa, serta foto pribadi.
"Ada perubahan. Dari situ sampai di rumah beliau ini si artis yang dulu mantan bos saya, di rumahnya sering melakukan ritual yang ada di kamar khusus," Jelas Doni Mantan Asisten Artis.
Saya ditanya oleh Denny Sumargo mengenai apa yang dilihat di sana, Doni mengaku ia melihat bahwa kaki seorang dukun itu bukan kaki asli.
"Eh kakinya itu bukan kaki manusia. Jadi kaki binatang, tapi kepalanya itu pala manusia," Tambahanya.
Setelah sampai dirumah, Doni sempat bertanya kepada Bos nya, mengapa ia melakukan itu semua.
"Gue pengen sukses dulu, Gue pengen naik dulu karir gua baru kita udahin semua," Kata Artis saat ditanya Asistennya.
Perubahan yang dialami adalah ia mendapati kontrak dari segi Iklan TV, kemudian Doni melihat wajahnya bosnya seperti mayat hidup
"Mukanya tuh flat, biasa, dan banyak sakit dari situ," Pungkasnya.
Ia menceritakan saat itu ia meminta izin ke Bosnya untuk pulang karena Ibunya Sakit.
Kisah tersebut berakhir tragis. sore harinya habis magrib Doni menyebut bahwa Pak Yono selalu sopir memberitahu kalau artis itu meninggal dunia dengan luka leher.
"Jadi lehernya itu kayak digorok," tutupnya nya.
Setelah kejadian tersebut Doni setiap malam bermimpi dan ia ditarik ular besar.
Menanggapi berbagai isu tersebut, pengelola Gunung Kawi kembali menghimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi hoaks.
Mereka menekankan bahwa area Pesarean terbuka bagi siapa saja yang ingin berziarah dengan niat baik dan tetap mengedepankan akal sehat. (*)
Editor : Hardiyati Budi AnggraeniSumber : YouTube Curhat Bang