RADARTUBAN - Tidak sedikit orang penasaran dengan fenomena hewan jantung di kepala, karena informasi tersebut sering beredar di media sosial dan terdengar tidak masuk akal jika dibandingkan dengan anatomi manusia.
Anggapan tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya keliru. Namun, penjelasan ilmiahnya perlu dipahami agar tidak menimbulkan kesalahpahaman mengenai letak organ pada berbagai jenis hewan.
Pada beberapa kelompok hewan, jantung memang berada sangat dekat dengan kepala.
Meski begitu, organ tersebut bukan benar-benar berada di dalam kepala seperti otak.
Baca Juga: Fakta Unik Kadal Mwanza Flat-Headed Rock Agama, Dijuluki Spider-Man Asli di Dunia Hewan
Posisinya terletak pada bagian tubuh yang disebut sefalotoraks.
Bagian ini merupakan penyatuan antara kepala dan dada yang umum ditemukan pada kelompok krustasea.
Mengapa Ada Hewan yang Jantungnya Berada Dekat Kepala?
Fenomena hewan jantung di kepala berkaitan erat dengan struktur anatomi hewan tersebut.
Berbeda dengan mamalia, beberapa hewan memiliki bentuk tubuh yang tidak memisahkan kepala dan dada secara jelas.
Kondisi inilah yang membuat jantung berada di area depan tubuh. Dalam dunia zoologi, sefalotoraks menjadi tempat berbagai organ vital berada.
Selain jantung, organ penting lain seperti sistem pencernaan dan sebagian sistem saraf juga berada pada bagian tersebut.
Karena letaknya sangat dekat dengan kepala, banyak orang kemudian menyebutnya sebagai hewan yang jantungnya berada di kepala.
Udang Memiliki Jantung di Bagian Sefalotoraks
Salah satu contoh hewan jantung di kepala adalah udang. Jantung udang berada di bagian atas sefalotoraks yang terlindungi oleh cangkang keras.
Organ tersebut berfungsi memompa hemolimfa atau cairan tubuh ke seluruh bagian tubuh. Sistem peredaran darah udang termasuk sistem peredaran darah terbuka.
Artinya, hemolimfa tidak selalu mengalir di dalam pembuluh darah seperti pada manusia.
Meski sering disebut jantung berada di kepala, posisi jantung udang sebenarnya berada tepat di belakang kepala.
Kepiting Juga Memiliki Letak Jantung yang Mirip
Selain udang, kepiting juga termasuk hewan dengan jantung yang berada sangat dekat kepala.
Jantung kepiting berada di dalam cangkang keras pada bagian sefalotoraks. Letak tersebut memberikan perlindungan terhadap organ vital dari benturan maupun ancaman predator.
Sebagai hewan krustasea, kepiting juga memiliki sistem peredaran darah terbuka.
Sistem tersebut memungkinkan hemolimfa mengalir mengelilingi organ-organ tubuh sebelum kembali menuju jantung.
Karena berada di bagian depan tubuh, banyak orang menganggap jantung kepiting berada di kepala.
Lobster Memiliki Struktur Tubuh yang Sama
Contoh lainnya adalah lobster. Secara anatomi, lobster memiliki susunan organ yang hampir sama dengan udang dan kepiting.
Jantung lobster juga berada di dalam sefalotoraks. Bagian tersebut menjadi pusat berbagai organ penting yang menunjang kelangsungan hidup lobster.
Baca Juga: Fenomena Langka di Dunia, Penangkapan Lobster Dua Warna dengan Peluang Satu Banding 50 Juta
Posisi jantung yang sangat dekat dengan kepala membuat lobster sering masuk dalam daftar hewan jantung di kepala.
Namun, secara ilmiah organ tersebut tetap berada di bagian tubuh depan, bukan di dalam kepala.
Serangga Memiliki Sistem Peredaran Darah yang Berbeda
Selain kelompok krustasea, sejumlah serangga juga memiliki organ pemompa hemolimfa yang berada memanjang di bagian punggung.
Bagian depannya berada dekat kepala. Meski demikian, organ tersebut berbeda dengan jantung vertebrata.
Karena itulah, serangga tidak sepenuhnya dapat disamakan dengan udang, kepiting, maupun lobster dalam pembahasan mengenai hewan jantung di kepala.
Penjelasan Ilmiah Penting agar Tidak Salah Kaprah
Informasi mengenai hewan jantung di kepala memang benar jika dipahami dari sudut pandang anatomi krustasea.
Namun, istilah tersebut lebih tepat dimaknai sebagai jantung yang berada di bagian depan tubuh atau sefalotoraks.
Pada udang, kepiting, dan lobster, posisi jantung berada sangat dekat dengan kepala sehingga muncul anggapan demikian.
Memahami struktur tubuh setiap hewan menjadi penting agar informasi yang beredar tidak disalahartikan.
Dengan penjelasan ilmiah tersebut, masyarakat dapat mengetahui bahwa letak jantung setiap spesies dipengaruhi oleh bentuk tubuh dan proses evolusi masing-masing. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni