Kenapa Perempuan Cenderung Hidup Lebih Lama dari Laki-Laki? Ini Penjelasan Sains

Puput Dwi Indrawati • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:26 WIB
 ilustrasi data global perbandingan harapan hidup antara perempuan dan laki-laki. (Tangkapan layar Youtube Kok Bisa)
ilustrasi data global perbandingan harapan hidup antara perempuan dan laki-laki. (Tangkapan layar Youtube Kok Bisa)

RADARTUBAN - Data statistik di berbagai negara secara konsisten menunjukkan fenomena menarik: tingkat harapan hidup perempuan rata-rata lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Penasaran mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya ternyata tersimpan dalam kombinasi antara rahasia biologis dan pola interaksi sosial.

Dilansir dari pembahasan di kanal YouTube Kok Bisa? bertajuk "Kenapa Umur Cewek Lebih Panjang daripada Cowok?", faktor pemicu utama perbedaan ini bermula dari unit terkecil dalam tubuh manusia, yaitu kromosom seks. Perempuan terlahir dengan pasangan kromosom XX, sedangkan laki-laki memiliki kombinasi kromosom XY.

Baca Juga: PNM Mekaar Tuban Ajari 35 Perempuan Bikin Risol, Keterampilan Sederhana Jadi Peluang Usaha

Keberadaan dua kromosom X memberikan keunggulan biologis yang signifikan bagi perempuan. Jika terjadi kerusakan atau mutasi genetik pada salah satu kromosom X, tubuh perempuan masih memiliki salinan cadangan dari kromosom X lainnya. 

Kondisi ini membuat perempuan memiliki sel pelindung tubuh yang lebih banyak. Namun, sistem pertahanan yang sangat aktif ini bak pisau bermata dua. Kelemahan dari keunggulan tersebut adalah perempuan menjadi jauh lebih rentan terhadap penyakit autoimun.

Selain sisi biologis, faktor sosial juga memberi pengaruh besar. Berbagai penelitian menemukan bahwa perempuan umumnya memiliki jaringan sosial yang lebih luas dan aktif.

Mereka cenderung lebih terbuka dalam mengekspresikan emosi serta mau mencari bantuan saat sakit. Di sisi lain, sebagian laki-laki modern kerap memendam tekanan dan lebih tertutup terkait kesehatan mental maupun fisik.

Sayangnya, di balik keunggulan usia harapan hidup ini, kenyataan pahit masih membayangi kehidupan perempuan. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa 1 dari 3 perempuan di dunia pernah mengalami kekerasan seksual maupun fisik.

Kondisi di dalam negeri pun tak kalah memprihatinkan. Sepanjang kurun waktu 2016 hingga 2025, tercatat ada sebanyak 376.529 kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia.

Angka tersebut menjadi pengingat bahwa ketahanan fisik belum sepenuhnya diimbangi oleh rasa aman di lingkungan bermasyarakat.

Pada akhirnya, rahasia biologis di balik panjangnya umur perempuan memang berakar pada keajaiban fungsi kromosom XX yang memberikan proteksi kesehatan ekstra.

Namun, keunggulan alami ini tentu memerlukan dukungan berupa lingkungan yang aman agar setiap perempuan bisa menjalani hidupnya dengan tenang.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sumber : YouTube Kok Bisa?
biologis laki-laki perempuan harapan hidup