Little India di Medan, Kampung Unik yang Bikin Serasa Liburan ke India Tanpa Paspor

Jessyca Diva Edhelwise • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:31 WIB
Gapura ikonik Welcome to Little India di kawasan Kampung Madras, Medan. (pinterest.com)
Gapura ikonik Welcome to Little India di kawasan Kampung Madras, Medan. (pinterest.com)

RADARTUBAN – Berada di tengah hiruk-pikuk Kota Medan, Sumatera Utara, terdapat sebuah kawasan yang akan membuat siapa saja merasa seolah-olah berpindah ke negeri India tanpa perlu membawa paspor.

Kawasan seluas 10 hektar tersebut bernama Kampung Madras, yang populer dengan julukan Little India atau "India Kecil"-nya Medan.

Munculnya suasana yang mirip dengan film India di tempat ini ternyata memiliki latar belakang cerita masa lalu yang sangat lama, di mana semuanya berawal dari abad ke-19.

Saat industri perkebunan tembakau di Deli berkembang pesat, pemerintah kolonial Belanda mendatangkan tenaga kerja dalam jumlah besar dari India Selatan, khususnya wilayah Madras (kini Chennai).

Para pendatang etnis Tamil ini awalnya bekerja sebagai buruh perkebunan, penarik lembu, hingga penjaga keamanan yang kemudian bermukim di kawasan yang kini mencakup Kecamatan Medan Polonia dan Medan Petisa.

Baca Juga: Mengapa Negara Berpenduduk Besar Seperti Indonesia, Tiongkok, dan India Sulit Tembus Piala Dunia?

​"Dahulu kawasan ini secara resmi disebut sebagai Kampung Keling. Namun seiring meningkatnya kesadaran akan sensitivitas sosial, nama tersebut secara perlahan diubah menjadi Kampung Madras untuk menghormati asal-usul penduduknya," ungkap ulasan narasi dari saluran INVOICE INDONESIA.

Keunikan Little India ini tidak hanya terlihat dari wajah para penduduknya yang masih menjaga ketat tradisi nenek moyang, tetapi juga dari keanekaragaman arsitektur dan kulinernya.

Di kawasan ini berdiri Kuil Sri Mariamman yang dibangun pada tahun 1881 sebagai kuil Hindu tertua di Medan dengan ukiran Gopuram yang megah.

Tak jauh dari situ, berdiri Masjid Gaudiah sebagai simbol harmoni umat Muslim keturunan India yang hidup berdampingan secara damai dengan etnis Melayu, Tionghoa, dan Batak.

​"Keberadaan tempat ibadah yang berbeda-beda dalam satu kawasan menunjukkan betapa tingginya toleransi beragama di Kampung Madras," tambah narasi tersebut.

Bagi pencinta wisata jalanan dan kuliner, Kampung Madras menawarkan banyak pilihan kuliner kaya bumbu tradisional dengan cita rasa asli India.

Pengunjung dapat mencicipi martabak India dengan kuah kari kambing yang kental, nasi biryani, dosai, hingga menyegarkan dahaga dengan teh tarik. Tak ketinggalan, deretan toko di sepanjang Jalan K.H. Zainul Arifin turut menjual kain sari berwarna-warni, perhiasan emas khas India, hingga rempah-rempah otentik yang semakin memperkuat atmosfer khas Bollywood di tanah Deli. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Kampung Madras tamil medan india