Berdasarkan pengecekan Jawa Pos Radar Tuban di ruang pantau Polres Tuban, kamera CCTV yang tidak berfungsi, antara lain, di kawasan hutan Jati Peteng Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu. Berikutnya di patung kuda Kepet, Semanding, bundaran Manunggal Selatan, dan perempatan Sumur Srumbung. Di tiga titik yang disebut terakhir masing-masing terdapat dua unit CCTV yang tidak berfungsi. Satu titik lain di simpang kapur Jalan M. Yamin dan simpang Polres Tuban.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban Imam Isdarmawan mengatakan, kamera CCTV yang tidak berfungsi sebagian besar disebabkan minimnya sinyal. Sinyal CCTV yang masih mengandalkan radio wireless milik pemkab tersebut belum mencapai semua lokasi CCTV. ‘’Kamera tidak ada yang rusak, hanya sinyal dan perantinya masih butuh pembaruan,’’ ujarnya.
Mantan kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub Tuban ini mengatakan, untuk mengoneksikan CCTV dengan baik, idealnya dibutuhkan internet fiber optik berkecepatan minimal 50 Mbps. Sedangkan internet yang dimiliki pemkab saat ini masih menggunakan radio wireless dengan kecepatan di bawah 50 Mbps. ‘’Sebagian peranti seperti kabel dan tiang kamera ada yang rusak karena faktor cuaca buruk dan sering diganggu hewan,’’ terangnya.
Lulusan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi ini menambahkan, penyebab rusaknya CCTV paling sering karena gangguan cuaca. Seperti halnya angin kencang yang terjadi sebulan terakhir memicu banyak tiang penyangga kamera roboh. Sebagian kecil disebabkan karena truk atau kendaraan besar yang menyasar kotak jaringan di sekitar CCTV. ‘’Kalau hanya gangguan kecil masih bisa diperbaiki, tapi kalau persoalan sinyal harus ada update kecepatan,’’ tuturnya.
Gangguan lain yang kerap terjadi, kata Imam, adalah gangguan hewan seperti tikus, semut, dan burung yang bersarang di sekitar lokasi CCTV. Hewan-hewan tersebut sering menyenggol hingga membuat kamera tiba-tiba tidak berfungsi. Menurut Imam, gangguan yang disebabkan hewan tersebut bukan hal yang berat untuk ditangani tim teknisi. ‘’Karena itu, ada beberapa titik yang diawasi dua kamera sekaligus karena untuk meminimalisir gangguan operasional kamera,’’ kata dia. (yud/ds) Editor : Amin Fauzie