Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Di Tuban Hanya 42 Kamera Pengintai yang Berfungsi, 21 CCTV Alami Gangguan

Amin Fauzie • Kamis, 7 Juli 2022 | 17:15 WIB
AWASI LALIN: Pertigaan Rest Area, salah satu titik yang terpasang kamera CCTV berteknologi tinggi milik Pemkab Tuban. / Yudha Satria Aditama
AWASI LALIN: Pertigaan Rest Area, salah satu titik yang terpasang kamera CCTV berteknologi tinggi milik Pemkab Tuban. / Yudha Satria Aditama
Radartuban.jawapos.com – Dari 63 kamera CCTV (closed circuit television) yang dimiliki Pemkab Tuban, hanya 42 kamera yang berfungsi normal. Sisanya, 21 kamera mengalami gangguan yang dipicu sinyal dan peranti yang rusak. Pemicu gangguan mayoritas disebabkan cuaca buruk seperti hujan disertai angin.

Berdasarkan pengecekan Jawa Pos Radar Tuban di ruang pantau Polres Tuban, kamera CCTV yang tidak berfungsi, antara lain, di kawasan hutan Jati Peteng Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu. Berikutnya di patung kuda Kepet, Semanding, bundaran Manunggal Selatan, dan perempatan Sumur Srumbung. Di tiga titik yang disebut terakhir  masing-masing terdapat dua unit CCTV yang tidak berfungsi. Satu titik lain di simpang kapur Jalan M. Yamin dan simpang Polres Tuban.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban Imam Isdarmawan mengatakan, kamera CCTV yang tidak berfungsi sebagian besar disebabkan minimnya sinyal. Sinyal CCTV yang masih mengandalkan radio wireless milik pemkab tersebut belum mencapai semua lokasi CCTV. ‘’Kamera tidak ada yang rusak, hanya sinyal dan perantinya masih butuh pembaruan,’’ ujarnya.

Mantan kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub Tuban ini mengatakan, untuk mengoneksikan CCTV dengan baik, idealnya dibutuhkan internet fiber optik berkecepatan minimal 50 Mbps. Sedangkan internet yang dimiliki pemkab saat ini masih menggunakan radio wireless dengan kecepatan di bawah 50 Mbps. ‘’Sebagian peranti seperti kabel dan tiang kamera ada yang rusak karena faktor cuaca buruk dan sering diganggu hewan,’’ terangnya.

Lulusan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi ini menambahkan, penyebab rusaknya CCTV paling sering karena gangguan cuaca. Seperti halnya angin kencang yang terjadi sebulan terakhir memicu banyak tiang penyangga kamera roboh. Sebagian kecil disebabkan karena truk atau kendaraan besar yang menyasar kotak jaringan di sekitar CCTV. ‘’Kalau hanya gangguan kecil masih bisa diperbaiki, tapi kalau persoalan sinyal harus ada update kecepatan,’’ tuturnya.

Gangguan lain yang kerap terjadi, kata Imam, adalah gangguan hewan seperti tikus, semut, dan burung yang bersarang di sekitar lokasi CCTV. Hewan-hewan tersebut sering menyenggol hingga membuat kamera tiba-tiba tidak berfungsi. Menurut Imam, gangguan yang disebabkan hewan tersebut bukan hal yang berat untuk ditangani tim teknisi. ‘’Karena itu, ada beberapa titik yang diawasi dua kamera sekaligus karena untuk meminimalisir gangguan operasional kamera,’’ kata dia. (yud/ds) Editor : Amin Fauzie
#Lokasi Kamera Tilang Elektronik di Tuban #CCTV di Tuban Terbaru #Rekaman CCTV di Tuban #CCTV di Tuban #Kamera Pengintai di Tuban