Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rungkat Judi Online, Sopir di Ogan Ilir Pilih Mengakhiri Hidup di Kebun Karet

Nadia Nafifin • Jumat, 25 Oktober 2024 | 04:10 WIB

  

Petugas kepolisian saat mengecek lokasi gantung diri.
Petugas kepolisian saat mengecek lokasi gantung diri.

RADARTUBAN - Anton bin Habibullah, 37, yang berprofesi sebagai sopir ditemukan tewas tergantung di kebun karet yang berjarak 80 meter dari rumahnya pada Rabu (23/10).

Kejadian tersebut menggegerkan warga Desa Paya Besar, Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Kebun karet tersebut milik H Saini. Jasadnya pertama kali dilapor oleh saksi bernama Rusdi alias Kelus, 40.

"Saya melihat korban dalam kondisi tergantung dan langsung meminta bantuan dari Kepala Dusun I, Salimin," ungkap Rusdi.

Kemudian bersama warga setempat, jasad Anton diturunkan dan dipastikan sudah tidak bernyawa sebelum dibawa di rumah duka.

Pada, Kamis (24/10) Kapolsek Tanjung Batu, Iptu Yusri M, menjelaskan, bersama tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polres Ogan Ilir dan tim medis puskesmas telah memeriksa lokasi kejadian.

Hasil dari pemeriksaan identifikasi awal menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Keluarga korban sudah menerima kematian Anton dengan ikhlas dan menolak untuk dilakukan otopsi terhadap korban.

"Dari keterangan kakak korban, Candra alias Ican, diketahui bahwa korban diduga mengalami depresi setelah ditegur istrinya terkait kecanduan judi online jenis slot. Uang hasil penjualan sepeda motor miliknya habis dipakai untuk berjudi, dan hal ini memicu tekanan emosional pada korban," kata IPTU Yusri.

Pihak kepolisian telah mengumpulkan keterangan dari para saksi di lokasi kejadian dan memastikan situasi aman dan kondusif.

"Kami akan terus melakukan pendalaman terkait kejadian ini, meski pihak keluarga sudah menerima kematian korban dan menolak otopsi," tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo SIK juga membenarkan kejadian tersebut. Diduga korban mengakhiri hidup karena kecanduan judi online.

Dia menekankan kepada masyarakat bahwa peristiwa ini menjadi peringatan akan bahaya kecanduan judi online, yang tidak hanya menguras harta, tetapi juga dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#kebun karet #judi online #gantung diri #ogan ilir