RADARTUBAN – Nasib malang menimpa SK, 32, wanita asal Desa Bringin, Kecamatan Montong, Tuban yang saat ini masih terbaring di tempat perawatan dengan luka bakar di beberapa bagian tubuhnya setelah disiram air keras oleh BD, mantan kekasihnya.
Tiga hari pascainsiden penyiraman air keras yang dilakukan pelaku pada Selasa (29/5) di jalan Desa Sumurgung, Kecamatan Montong, polisi masih memburu keberadaan BD yang melarikan diri.
"Penyelidikan masih berlangsung, kami juga telah mengantongi identitas dan alamat pelaku,’’ ungkap Kapolsek Montong AKP Waheru, kemarin (29/5).
Disampaikan olehnya, tindakan penyiraman air keras yang dilakukan oleh pelaku diduga karena sakit hati terhadap orang tua korban.
Sebelumnya, pelaku pernah menjalin hubungan asmara dengan korban dan sempat melangsungkan lamaran, namun pihak orang tua korban tidak merestuinya.
"Dugaan awal pelaku sakit hati karena lamarannya ditolak,’’ imbuh Waheru.
Sementara itu, menurut pengakuan dari korban awalnya dirinya diajak ketemuan dengan pelaku yang statusnya sudah mantan kekasih.
SK tak pernah sedikit pun terbesit dalam pikirannya bahwa SK akan mencelakakannya.
"Pelaku berusaha menyiram air keras ke arah wajah korban, namun korban melawan dan akhirnya mengenai pipi, leher dan tangan,’’ beber perwira berpangkat balok tiga emas itu.
Kondisi korban mulai membaik dan diperbolehkan menjalani rawat jalan di rumah meski sejumlah tubuhnya masih dibekap perban.
"Korban juga sempat menjalani visum, sekaligus melengkapi barang bukti,’’ pungkasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama