Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Santri 12 Tahun Meninggal Diduga Disiksa Ibu Tiri untuk Meminum Air Mendidih

Ika Nur Jannah • Minggu, 22 Februari 2026 | 11:42 WIB

 

Kasus kematian santri 12 tahun di Sukabumi ramai di media sosial. 
Kasus kematian santri 12 tahun di Sukabumi ramai di media sosial. 

RADARTUBAN – Duka mendalam menyelimuti keluarga NS, 12, santri asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jambang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Bocah tersebut meninggal dunia pada Kamis (19/2) setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka bakar melepuh di sekujur tubuh serta pembengkakan parah di wajah.

Dugaan sementara, korban mengalami kekerasan yang dilakukan ibu tirinya. Bahkan, beredar informasi bahwa NS dipaksa meminum air mendidih.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, korban sempat memberikan pengakuan terkait dugaan penyiksaan yang dialaminya. 

Dia disebut mengalami pemukulan hingga memar biru di sekitar mata dan wajah.

Baca Juga: Wasiat KH Ahmad Syifa’: Ulama dan Santri Dilarang Dekati Politik Praktis

“Korban memberikan pengakuan soal penyiksaan oleh ibu tirinya,” demikian informasi yang beredar melalui akun TikTok @vhevhe.

Ayah korban, Anwar Satibi, tak kuasa menahan tangis saat jenazah anaknya dikeluarkan dari ruang forensik dan dimasukkan ke ambulans. Ia meminta dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian putranya.

“Kenapa saya ingin diotopsi? Karena saya ingin tahu, ingin memastikan. Saya tidak bisa nuduh sembarangan, nanti fitnah, saya juga bisa menuntut,” ujar Anwar, Jumat (20/2), dikutip dari TikTok @sukabumiplus.

Polisi hingga kini masih menunggu hasil autopsi guna memastikan penyebab kematian, menyusul ditemukannya sejumlah luka di tubuh korban.

Kasus ini pun ramai diperbincangkan di media sosial. Berbagai komentar bernada duka dan kemarahan membanjiri unggahan terkait peristiwa tersebut.

Sementara itu, Anwar mengungkapkan bahwa dirinya selama ini jarang berada di rumah karena tuntutan pekerjaan di bidang jasa panggilan.

Dia juga menyebut, dugaan penganiayaan terhadap anaknya bukan kali pertama terjadi.

Sebelumnya, dia pernah melaporkan peristiwa serupa ke Polres Pelabuhan Ratu. Namun, laporan tersebut tidak berlanjut setelah sang istri datang memohon maaf dan berjanji berubah.

“Sebelumnya juga pernah terjadi penganiayaan. Saya laporkan ke Polres Pelabuhan Ratu. Istri saya datang memohon, bersujud kepada saya. Akhirnya saya minta saran ke Pak Haji Asep, tidak salah memaafkan seseorang yang ingin berubah. Dibuatkan surat pernyataan dan video pernyataan. Laporan itu belum dicabut,” tuturnya.

Di tengah duka mendalam, Anwar juga menyampaikan pesan kepada para orang tua agar mempertahankan rumah tangga demi anak.

Baca Juga: Santri Meninggal di Pesantren Wonogiri, Polisi Selidiki Lewat Pembongkaran Makam

“Pesan saya kepada teman-teman, serumit apa pun rumah tangga kalian pertahankan. Jangan sampai anak kalian diasuh oleh ibu tiri,” ujarnya. (*)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#jawa barat #luka bakar #sukabumi #santri #polisi #wajah