RADARTUBAN – Insiden berdarah menimpa Sampurno, 45, Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang.
Pria yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat itu justru menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan oleh belasan orang tak dikenal pada Rabu (15/4) kemarin.
Akibat kejadian tersebut, korban harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka robek cukup parah di bagian kepala.
Diserang Saat Terima Tamu
Peristiwa mencekam itu terjadi di kediaman pribadi Sampurno. Saat itu, suasana rumah sejatinya cukup tenang lantaran korban sedang menemui sejumlah tamu di teras rumahnya.
Namun, ketenangan itu seketika pecah saat sebuah mobil dan beberapa sepeda motor berhenti di depan rumah.
Baca Juga: Pelaku Pembacokan Nenek dan Cucu di Merakurak Masih Buron
Dari kendaraan tersebut, turun sedikitnya 15 orang pria. Tanpa basa-basi, gerombolan ini merangsek masuk dan langsung menyerang Sampurno.
Senjata tajam yang dibawa para pelaku membuat korban tak berkutik hingga mengalami luka bacok di bagian kepala.
Diduga Akibat Salah Paham
Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Pras Ardinata, membenarkan adanya peristiwa pengeroyokan yang menimpa orang nomor satu di Desa Pakel tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi anarkis itu diduga dipicu oleh masalah sepele.
"Dugaannya karena ada kesalahpahaman antara pihak pelaku dan pihak korban," terang Pras kepada awak media.
Setelah kejadian tersebut, Sampurno langsung dievakuasi ke RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk mendapatkan perawatan intensif. Meski sempat menjalani observasi medis, kondisi korban dinyatakan stabil.
Kemarin, Sampurno sudah diperbolehkan pulang dengan kondisi kepala terbalut kain kasa tebal dan harus berjalan tertatih saat menuju mobil ambulans.
Korban Sampaikan Permohonan Maaf
Meski menjadi korban kekerasan, Sampurno menunjukkan jiwa besarnya. Saat hendak meninggalkan rumah sakit, ia menyampaikan permohonan maaf kepada publik.
Ia menyesalkan adanya kegaduhan yang terjadi di wilayahnya akibat insiden tersebut.
"Saya pribadi memohon maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang sempat terjadi," ungkapnya singkat sebelum memasuki mobil.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap belasan pelaku yang identitasnya mulai dikantongi.
Kasus ini kini ditangani sepenuhnya oleh Satreskrim Polres Lumajang untuk mengungkap motif pasti di balik aksi pengeroyokan brutal tersebut. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni