RADARTUBAN - Seiring bertambahnya usia dengan pergaulan yang semakin luas, banyak remaja yang mulai pencarian jati diri dan dikenalkan dengan hal-hal negatif oleh lingkungan, termasuk obat-obatan terlarang. Salah satunya karnopen.
Apa itu Karnopen? Karnopen, biasa dikenal juga sebagai Carnophen atau Zenith, adalah obat yang awalnya digunakan untuk mengatasi nyeri otot dan penyakit tulang. Namun, penyalahgunaan obat ini semakin marak di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Menurut data Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban, penyalahgunaan narkoba di Tuban didominasi oleh penggunaan karnopen.
Salah satu alasan tingginya penyalahgunaan karnopen adalah harganya yang murah dan mudah didapatkan. Dengan uang Rp 2 ribu, seseorang sudah bisa mendapatkan satu butir pil karnopen.
Hal ini membuatnya lebih terjangkau dibandingkan narkoba jenis lain, seperti sabu-sabu yang harganya jauh lebih mahal.
Penyalahgunaan karnopen dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya, seperti gangguan psikomotorik, ketergantungan, dan efek neuropsikiatrik lainnya.
Selain itu, penggunaan karnopen sebagai "obat mabuk" telah meresahkan masyarakat, termasuk di Tuban dan kota besar lainnya, di mana penyalahgunaan obat ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi juga anak-anak yang belum cukup umur.
Pemerintah dan aparat penegak hukum terus berupaya memberantas peredaran karnopen. Di Tuban, misalnya, telah dilakukan berbagai operasi untuk mengungkap kasus penyalahgunaan obat ini.
Pada tahun 2017, Polres Tuban berhasil mengungkap 46 kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang, khususnya jenis karnopen dan dobel L.
Selain itu, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban menggandeng Kementerian Agama untuk melakukan bimbingan teknis penggiat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) guna menekan angka penyalahgunaan karnopen di daerah tersebut.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap peredaran karnopen dan efek negatif yang ditimbulkannya. Penyalahgunaan obat ini tidak hanya merugikan individu yang mengonsumsinya tetapi juga dapat berdampak buruk pada lingkungan sosial.
Dukungan dari semua pihak, termasuk keluarga, institusi pendidikan, dan komunitas, sangat penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan karnopen.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai bahaya penyalahgunaan karnopen, masyarakat dapat menghubungi Badan Narkotika Nasional (BNN) setempat atau layanan kesehatan terdekat. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama