RADARTUBAN - Memulai kehidupan rumah tangga tentu membutuhkan persiapan yang matang, baik dari segi fisik, mental, pemikiran, bahkan finansial yang dianggap paling penting.
Selain hal-hal tersebut, yang dibutuhkan selanjutnya adalah wejangan-wejangan sebagai bekal memulai rumah tangga.
Dilansir dari akun Instagram @omahcantrik, wejangan-wejangan ini disebut catur wedha.
Catur wedha adalah nasihat yang diberikan oleh calon mertua kepada calon menantu pria.
Wejangan ini disampaikan menggunakan bahasa Jawa ngoko kepada calon menantu pria, karena bentuknya berupa perintah dari orang tua kepada anaknya.
Namun, jika calon menantu pria bukan keturunan Jawa atau tidak mengerti bahasa Jawa, maka wejangan ini bisa disampaikan menggunakan bahasa Indonesia.
Inilah 4 wejangan pernikahan jawa yang harus kalian perhatikan sebagai dasar pengetahuan dalam berumahtangga.
1. Mengayomi
Sebagai seorang kepala rumah tangga, pria harus melindungi istri maupun anaknya dengan sepenuh hati, dan tanpa pamrih.
Seorang pria harus mampu memimpin dan mengarahkan. Itulah mengapa sifat pengayom dibutuhkan agar bisa mengayomi anggota keluarganya.
2. Hangayani
Hangayani dapat diartikan juga menyejahterakan keluarga. Pria harus bertanggungjawab untuk menyejahterakan istri maupun anaknya. Mencukupi kebutuhan mereka.
3. Hangayemi
Seorang pria harus bisa memberikan rasa nyaman bagi keluarganya. Dengan adanya rasa nyaman, maka kehidupan rumah tangga akan menjadi semakin harmonis. Selain itu, istri dan anak akan merasa selalu dicintai.
4. Hanganthi
Sebagai kepala rumah tangga, pria harus memimpin perjalanan rumah tangga dengan bijak.
Mampu mempertahankan kasih sayang dalam rumah tangga, sehingga keharmonisan akan selalu ada.
Untuk memulai kehidupan rumah tangga, yang paling utama adalah kesiapan.
Wejangan-wejangan di atas bisa menjadi bekal pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan seorang pria sebagai pemimpin rumah tangga. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni