RADARTUBAN- Tradisi unik ini ternyata ada di Jawa loh. Mendak kematian adalah tradisi di mana masyarakat memperingati hari kematian dan mendoakan arwah anggota keluarga mereka yang meninggal.
Dilansir dari postingan akun Instagram @omahcantrik, tradisi ini merupakan salah satu warisan budaya Jawa Kuna pada masa Kerajaan Hindu-Buddha.
Namun, seiring adanya Walisongo di Jawa, mulai dilakukanlah akulturasi supaya agama Islam lebih mudah penyebarannya di pulau Jawa.
Para ulama Walisongo berinisiatif menyusun doa-doa dan wirid hingga bacaan yasin dan tahlil untuk orang yang meninggal.
Selain itu, ada penambahan ceramah dengan tidak mengubah terlalu banyak tradisi yang sudah ada, karena masyarakat Jawa pada saat itu sudah menganut adanya bersedekah, puasa, silaturahmi, membangun toleransi, dsb.
Tradisi mendak kematian umumnya dilakukan di Desa.
Tradisi ini memiliki tujuan untuk mendoakan arwah orang yang meninggal agar mendapatkan tempat yang baik di sisi Tuhan.
Hal ini juga dapat mempererat silaturahmi antarwarga Desa.
Mendak juga berfungsi sebagai pengingat bahwa kematian adalah bagian dari siklus hidup manusia.
Sehingga kita harus selalu berbuat baik dan menjaga hubungan baik dengan sesama.
Urutan Tradisi Mendak Kematian
Nelung Dino (3 hari kematian)
Masyarakat Jawa memiliki kepercayaan, 3 hari kematian arwah orang yang meninggal masih berada di sekitar Rumah mereka.
Oleh karena itu, hari ketiga setelah kematian akan dibacakan tahlil, yasin, dan doa-doa untuk orang yang meninggal.
Mitung Dino (7 hari kematian)
Sebelum melakukan tradisi mitung dino, jendela Rumah akan dibuka dengan tujuan supaya acara berjalan dengan lancar.
Ada juga kue apem yang digunakan sebagai suguhan, dengan anggapan bahwa kue apem menjadi simbolis permintaan maaf atas kesalahan yang diperbuat orang yang meninggal semasa hidupnya.
Matang Puluh Dino (40 hari kematian)
Selanjutnya ada matang puluh dino, yang bertujuan agar orang yang meninggal mudah melakukan perjalanan menuju alam kubur, tempat barunya.
Ada beberapa benda yang diyakini dapat memudahkan saat menuju alam kubur, seperti benang lawe, minyak wangi, jarum, dll.
Nyatus Dino (100 hari kematian)
Bertujuan untuk menyempurnakan badan wadah yang melekat pada jenazah.
Acara yang dilakukan saat nyatus dino ini adalah kirim doa dan membacakan tahlil (tahlilan).
Mendak Sepisan (1 tahun kematian)
Memberi doa dan mengenang jasa orang yang sudah meninggal semasa hidupnya kepada ahli waris.
Mendak Pindo (2 tahun kematian)
Bertujuan untuk menyempurnakan anggota tubuh yang sudah mulai hancur dan hanya menyisakan tulang-belulang.
Nyewu Dino (1.000 hari kematian)
Masyarakat Jawa percaya, bahwa setelah seribu hari kematian, ruh atau arwah tidak akan kembali lagi ke dunia.
Nah, itulah tradisi mendak kematian yang dilakukan masyarakat khususnya di Jawa. Apakah tradisi ini masih ada di daerahmu? (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni