Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kenapa Kucing Selalu Tidur Miring Kiri? Studi Ungkap Strategi Bertahan Hidup Unik

Bihan Mokodompit • Kamis, 3 Juli 2025 | 14:44 WIB
Dari 408 video kucing yang dianalisis, mayoritas tidur miring ke kiri demi menjaga kewaspadaan terhadap bahaya.
Dari 408 video kucing yang dianalisis, mayoritas tidur miring ke kiri demi menjaga kewaspadaan terhadap bahaya.

RADARTUBAN - Kucing tidur miring ke kiri ternyata bukan sekadar kebiasaan menggemaskan, melainkan bagian dari strategi bertahan hidup.

Hal ini terungkap dalam sebuah studi terbaru yang diterbitkan pada 23 Juni 2025 di jurnal Current Biology.

Penelitian tersebut menemukan bahwa posisi tidur miring ke kiri dapat meningkatkan kewaspadaan kucing terhadap ancaman di sekitarnya.

Penelitian ini dilakukan oleh 13 peneliti dari berbagai kampus di Eropa yang menekuni bidang kedokteran hewan, psikologi, dan biopsikologi.

Mereka menganalisis 408 video publik di YouTube yang menampilkan kucing tidur tanpa gangguan selama minimal 10 detik.

Posisi tubuh kucing harus terlihat jelas, mulai dari kepala hingga kaki belakang.

Dominasi Otak Kanan Jadi Kunci Respons Ancaman

Tim peneliti menemukan bahwa sebanyak 266 dari 408 kucing (65,1 persen) tidur dalam posisi miring ke kiri. Sedangkan 142 ekor sisanya (34,8 persen) tidur miring ke kanan.

“Kami melaporkan bahwa dua dari tiga kucing lebih memilih posisi tidur menghadap ke kiri. Dengan begitu, mata kirinya (yang terhubung ke otak kanan) bisa melihat hewan yang mendekat tanpa terhalang tubuhnya sendiri,” dikutip dari jurnal Current Biology.

Temuan ini menunjukkan peran penting belahan otak kanan kucing dalam mengelola respons terhadap rangsangan ancaman.

Otak kanan juga lebih dominan dalam eksplorasi spasial.

Selain itu, juga untuk pengolahan rasa takut melalui amigdala kanan.

Dengan tidur miring ke kiri, bidang visual kiri tetap aktif untuk mengantisipasi ancaman yang datang dari arah bawah atau sejajar.

Bukan Sekadar Kebiasaan Tidur, Tapi Adaptasi Predator dan Mangsa

Meski dikenal sebagai predator, kucing juga dapat menjadi mangsa, misalnya bagi anjing hutan.

Pola tidur selama 12–16 jam sehari membuat kucing berada dalam posisi yang rentan.

Karena itu, posisi tidur yang memungkinkan sebagian otak tetap siaga menjadi adaptasi penting.

Hal ini menunjukkan bahwa perilaku tidur bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga bagian dari strategi bertahan hidup kucing.

Peneliti juga mempertimbangkan faktor lain seperti pawedness atau dominasi kaki, karena sekitar 78 persen kucing menunjukkan preferensi terhadap penggunaan kaki kiri atau kanan.

Namun, karena jumlah kucing yang berkaki dominan kiri dan kanan hampir seimbang, faktor ini tidak cukup untuk menjelaskan dominasi posisi tidur miring ke kiri yang mencapai 65 persen.

Potensi Lanjutan dan Pemahaman Lebih Dalam tentang Perilaku Kucing

Peneliti menyadari masih banyak keterbatasan dalam studi ini, terutama karena data seperti jenis kelamin dan status kehamilan kucing tidak tersedia.

Meski demikian, mereka meyakini bias dari kucing hamil sangat kecil.

“Saat terbangun, posisi tidur yang menghadap ke kiri akan memberikan pandangan cepat ke bidang visual kiri terhadap objek yang mendekat dari bawah atau dari posisi yang sejajar tingginya,” tulis tim peneliti.

Penelitian ini membuka peluang besar untuk riset lanjutan, terutama dalam konteks perilaku tidur dan preferensi lateral pada hewan peliharaan.

Selain memperkaya pemahaman kita terhadap hewan domestik, studi ini juga memberikan informasi penting tentang mekanisme pertahanan diri kucing dalam kondisi istirahat. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#kucing #psikologi #respons #otak kanan #hewan #tidur