Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Singapura Tetap Jadi Kota Termahal Dunia 2025, Jakarta Masuk 20 Besar! Hidup di Ibu Kota Kini Semakin Mencekik

Tulus Widodo • Kamis, 14 Agustus 2025 | 06:05 WIB

 

Singapura jadi kota termahal di dunia
Singapura jadi kota termahal di dunia

RADARTUBAN – Hidup di kota besar memang mahal, tapi daftar terbaru Global Wealth & Lifestyle Report 2025 membuktikan bahwa biaya hidup di sejumlah kota dunia kini berada di level yang bikin dompet megap-megap.

Singapura kembali menempati peringkat pertama sebagai kota termahal di dunia, menyalip London (peringkat 2) dan Hong Kong (peringkat 3).

Bukan sekadar gelar, posisi Singapura di puncak dipicu kombinasi harga properti yang meroket gila-gilaan, permintaan barang mewah yang tak pernah surut, dan penguatan mata uang yang membuat biaya hidup semakin menggila.

Yang bikin heboh, Jakarta untuk pertama kalinya menembus peringkat 20 besar kota termahal dunia, tepatnya di posisi ke-18.

Laporan itu menegaskan bahwa pusat ekonomi Indonesia kini jauh lebih kuat dan berpengaruh dibanding sebelumnya—namun efek sampingnya, ongkos hidup melonjak tajam.

Mulai dari harga sewa apartemen, tarif restoran, biaya transportasi, hingga belanja kebutuhan pokok, semuanya merangkak naik.

Fenomena ini bukan hanya dirasakan warga kelas atas, tapi juga masyarakat menengah yang mulai kewalahan menjaga keseimbangan keuangan.

Daftar 20 Kota Termahal Dunia 2025

1. Singapura

2. London

3. Hong Kong

4. Monaco

5. Zurich

6. Shanghai

7. Dubai

8. New York

9. Paris

10. Milan

11. Bangkok

12. Taipei

13. Miami

14. Sydney

15. Barcelona

16. Sao Paulo

17. Tokyo

18. Jakarta

19. Frankfurt

20. Mumbai

Masuknya Jakarta ke daftar ini membawa sinyal peringatan bagi para pekerja dan keluarga urban.

Ekonom perkotaan menilai, kenaikan harga di ibu kota sebagian dipicu oleh urbanisasi masif, meningkatnya investasi properti, dan gaya hidup konsumtif yang semakin menjamur.

“Jakarta kini setara dengan kota-kota dunia dalam hal biaya hidup. Bedanya, daya beli sebagian masyarakat belum sekuat Singapura atau London, sehingga efeknya terasa lebih berat,” jelas pengamat ekonomi perkotaan, Arya Prasetya.

Jika tren ini terus berlanjut, biaya hidup di Jakarta berpotensi menembus level kota-kota Eropa pada 5–10 tahun mendatang.

Solusinya, diperlukan kebijakan publik yang menekan harga hunian, mengendalikan inflasi, dan memperkuat daya beli masyarakat.

Singapura mungkin juaranya, tapi masuknya Jakarta ke klub kota termahal dunia adalah alarm bagi warga dan pemerintah.

Di satu sisi, ini menandakan ekonomi Jakarta tumbuh pesat. Di sisi lain, artinya hidup di ibu kota semakin “mahal rasa internasional”—dan bukan semua orang siap menghadapi tagihan yang kian menggigit. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#jakarta #gaya hidup #20 Kota Termahal Dunia 2025 #kota termahal di dunia #mahal #konsumtif #singapura #hong kong #London