RADARTUBAN - Di antara dentuman drum dan distorsi gitar yang khas, Barasuara menyelipkan lirik-lirik yang tajam dan menyentuh.
Salah satu penggalan yang paling sering diperdengarkan dan diam-diam menghantui pikiran banyak pendengarnya adalah: “Benarkah kita ’kan tua dan kehilangan pegangan?”
Kalimat ini bukan sekadar bait lagu.
Ia adalah pertanyaan eksistensial yang mewakili keresahan generasi yang tumbuh di tengah dunia yang cepat, penuh tuntutan, dan kadang terasa hampa.
Tua dan Kehilangan Pegangan: Takut yang Nyata, Tapi Wajar
Menjadi tua bukan hanya soal usia.
Ia adalah proses kehilangan: kehilangan waktu, kehilangan tenaga, kehilangan arah.
Di tengah proses itu, kita sering merasa kehilangan pegangan.
Pegangan pada mimpi, pada idealisme, pada orang-orang yang dulu dekat, bahkan pada diri sendiri.
Lirik Barasuara ini menyentuh titik rapuh itu.
Ia tidak menawarkan jawaban, tapi mengajak kita untuk jujur: bahwa ketakutan akan kehilangan adalah bagian dari hidup.
Dan tidak apa-apa merasa takut.
Tidak apa-apa merasa goyah.
Kenapa Kita Begitu?
Karena kita hidup di zaman yang menuntut kepastian, tapi memberi ketidakpastian.
Kita dibesarkan dengan harapan besar, tapi dihadapkan pada realitas yang tidak selalu ramah.
Kita diajarkan untuk kuat, tapi jarang diberi ruang untuk lemah.
Maka ketika lirik itu muncul, ia seperti cermin.
Mengingatkan bahwa kita tidak sendiri dalam rasa bingung.
Bahwa kehilangan pegangan bukan tanda kegagalan, tapi tanda bahwa kita sedang tumbuh.
Sedang belajar.
Sedang mencari arah baru.
Pegangan yang Tidak Selalu Harus Kuat
Pegangan tidak selalu harus kokoh.
Kadang, cukup tahu bahwa kita masih berdiri.
Masih berjalan.
Masih bernapas.
Dan itu sudah cukup.
Karena hidup bukan soal tidak pernah goyah, tapi soal bagaimana kita tetap melangkah meski goyah.
Tetap percaya meski ragu.
Tetap mencintai meski takut kehilangan.
Lirik yang Menyentuh Karena Kita Pernah Merasakannya
Baca Juga: Eminem Tulis Lirik Lagu Fuel yang Bermakna Ganda, Sengaja Sindir Kasus P Diddy? Begini Liriknya
Barasuara tidak hanya membuat musik, mereka membuat ruang untuk bertanya.
Untuk merenung.
Untuk merasa.
Dan lirik “Benarkah kita ’kan tua dan kehilangan pegangan?” adalah salah satu ruang itu.
Ia tidak menawarkan solusi, tapi menawarkan kejujuran.
Dan kadang, itu yang paling kita butuhkan. (*/lia)
Editor : radar tuban digital