Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Olahraga Pagi atau Malam untuk Pekerja Kantoran, Mana yang Lebih Baik?

Cicik Nur Latifah • Minggu, 19 April 2026 | 13:42 WIB
Ilustrasi seseorang yang sering lupa nama.
Ilustrasi seseorang yang sering lupa nama.

RADARTUBAN – Di tengah rutinitas padat pekerja kantoran dengan jam kerja 9 to 5, olahraga kerap menjadi tantangan tersendiri.

Keterbatasan waktu membuat banyak orang bertanya, lebih baik berolahraga di pagi hari sebelum berangkat kerja atau malam hari setelah pulang kantor?

Jawabannya tidak sesederhana memilih salah satu. Sejumlah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa masing-masing waktu memiliki manfaat berbeda, tergantung pada kondisi tubuh dan kebiasaan individu.

Secara umum, waktu olahraga berkaitan erat dengan jam biologis tubuh yang mengatur energi, metabolisme, hingga kualitas tidur. Tubuh merespons aktivitas fisik secara berbeda, tergantung kapan olahraga dilakukan.

Baca Juga: Kalau Lelah Mendarat Jangan Lupa Laut

Penelitian yang dirangkum oleh lembaga riset Jerman pada 2022 menyebutkan bahwa olahraga pagi sering dianggap lebih ideal bagi pekerja kantoran yang ingin menjaga konsistensi.

Selain membantu membentuk rutinitas harian, olahraga pagi juga mampu meningkatkan metabolisme sejak awal hari.

Studi dalam jurnal Nutrients (2022) juga mengungkap bahwa olahraga pagi dapat membantu pengaturan keseimbangan energi serta mendukung program kebugaran jangka panjang.

Bagi pekerja dengan jadwal padat, pagi hari dinilai minim gangguan sehingga peluang untuk rutin berolahraga lebih besar.

Namun, olahraga malam juga memiliki keunggulan tersendiri. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suhu tubuh, kekuatan otot, serta fungsi kardiovaskular cenderung lebih optimal pada sore hingga malam hari.

Kondisi ini membuat olahraga malam cocok bagi mereka yang ingin berlatih dengan intensitas lebih tinggi.

Meski demikian, ada hal yang perlu diperhatikan, terutama terkait kualitas tidur. Aktivitas fisik berat yang dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur berpotensi mengganggu istirahat. Tubuh menjadi lebih sulit rileks sehingga waktu tidur bisa tertunda.

Karena itu, para ahli menyarankan untuk memberi jeda beberapa jam antara waktu olahraga dan waktu tidur, khususnya jika melakukan latihan intens di malam hari.

Menariknya, penelitian lain pada 2022 menyebutkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam performa olahraga antara pagi dan malam dalam beberapa aspek tertentu.

Hal ini menegaskan bahwa faktor utama bukan hanya waktu, melainkan konsistensi dan kenyamanan individu.

Baca Juga: Perempuan yang Sangat Tidak Bahagia dengan Kehidupan Mereka Biasanya Menunjukkan 8 Perilaku Ini Menurut Psikologi

Bagi pekerja kantoran, pilihan waktu olahraga sebaiknya disesuaikan dengan gaya hidup dan kondisi tubuh.

Jika merasa lebih segar di pagi hari, maka olahraga pagi bisa menjadi pilihan terbaik.

Namun, jika energi justru terasa optimal setelah bekerja, olahraga malam tetap efektif selama tidak mengganggu waktu istirahat.

Pada akhirnya, kunci utama bukan kapan waktu berolahraga, melainkan seberapa konsisten aktivitas tersebut dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#lupa nama #Individu #psikologi #metabolisme