RADARTUBAN - Upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pelestarian alam sering kali memunculkan kisah-kisah luar biasa yang menginspirasi banyak orang di seluruh penjuru dunia.
Salah satu aksi penyelamatan lingkungan yang paling mengagumkan dan unik terjadi di kawasan hutan La Maue, Chile.
Jika biasanya proyek reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul sepenuhnya mengandalkan tenaga manusia dan teknologi canggih, di tempat ini justru ada tiga ekor anjing jenis Border Collie yang memegang peran utama sebagai pahlawan penghijauan.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih! 7 Ras Anjing Paling Cocok untuk Teman Si Kecil Bermain
Ketiga anjing betina yang cerdas tersebut bernama Das, Olivia, dan Summer.
Latar belakang dari aksi heroik ini bermula ketika kebakaran hutan yang sangat dahsyat melanda wilayah tersebut, menghanguskan ratusan ribu hektar lahan hijau dan merusak ekosistem hutan secara masif.
Kerusakan lingkungan yang begitu luas menyulitkan para petugas dan relawan manusia untuk melakukan penanaman kembali bibit pohon dalam waktu cepat, terutama karena medan hutan yang terjal dan sulit dijangkau.
Di tengah situasi yang darurat tersebut, sang pemilik anjing yang bernama Francisca Torres memikirkan sebuah ide kreatif untuk memanfaatkan energi melimpah yang dimiliki oleh ketiga anjing kesayangannya.
Metode kerja yang diterapkan oleh Francisca bersama ketiga anjing Border Collie miliknya tergolong sangat sederhana namun memiliki efektivitas yang luar biasa tinggi.
Sebelum dilepaskan ke dalam kawasan hutan yang terdampak kebakaran, Das, Olivia, dan Summer dipasangkan jaket khusus pada tubuh mereka.
Jaket tersebut dilengkapi dengan beberapa kantong berjaring longgar yang sengaja diisi penuh dengan ribuan bibit tanaman serta benih pohon endemik khas hutan setempat.
Francisca kemudian membawa mereka ke area perbatasan hutan menggunakan mobil truk dan membiarkan anjing-anjing itu berlari dengan bebas.
Sifat alami ras Border Collie yang sangat aktif, lincah, dan gemar bermain menjadi modal utama kesuksesan misi ini.
Sepanjang hari, ketiga anjing tersebut berlarian ke sana kemari, melompati batang pohon tumbang, mendaki perbukitan, dan menjelajahi setiap sudut area hutan yang rusak sambil bermain bersama.
Tanpa mereka sadari, setiap gerakan lari dan lompatan yang mereka lakukan membuat benih-benih tanaman di dalam kantong jaring berjatuhan secara merata ke atas permukaan tanah subur di bawahnya.
Kelebihan utama menggunakan tenaga anjing dibandingkan manusia dalam misi reboisasi ini adalah kecepatan dan cakupan wilayahnya.
Ketiga anjing tersebut mampu menempuh jarak hingga puluhan kilometer dalam satu hari dan menyebarkan jutaan benih pohon secara acak, meniru pola penyebaran alami oleh satwa liar.
Mereka juga telah dilatih secara khusus agar tidak mengganggu atau menyerang hewan liar lain yang ada di dalam hutan.
Ketika kantong benih di jaket mereka telah kosong, anjing-anjing pintar ini akan kembali ke hadapan Francisca untuk mendapatkan camilan sebagai hadiah atas kerja keras mereka dalam mengembalikan keasrian hutan Chile. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni