RADARTUBAN - Harimau selama ini dikenal luas sebagai predator puncak yang sangat mengandalkan kekuatan fisik, kecepatan lari, serta kemampuan menyamar di balik lebatnya rerumputan hutan.
Namun, di balik reputasi gaharnya tersebut, satwa eksotis ini ternyata menyimpan sebuah rahasia berburu yang sangat cerdas dan jarang diketahui masyarakat awam.
Berdasarkan pengamatan para ahli zoologi dan laporan dari pemandu hutan di berbagai belahan dunia, kucing besar ini memiliki kemampuan unik berupa peniruan vokal atau vocal mimicry untuk mengelabui target buruannya.
Taktik manipulatif ini digunakan harimau ketika mereka kesulitan mendekati mangsa secara langsung akibat medan yang terbuka atau kewaspadaan kelompok hewan buruan yang terlalu tinggi.
Dalam situasi tersebut, harimau dapat mengeluarkan gelombang suara yang menyerupai panggilan kawanan satwa tertentu, seperti rusa sambar atau jenis primata.
Suara tiruan ini dirancang sedemikian rupa untuk menciptakan ilusi keamanan atau memancing rasa penasaran, sehingga hewan target akan keluar dari tempat persembunyian yang aman atau memisahkan diri dari kawanannya.
Begitu mangsa mendekat ke arah sumber suara tanpa rasa curiga, harimau yang sudah bersiap dalam posisi mengendap-endap akan langsung melakukan serangan kejutan yang mematikan.
Di samping meniru suara rusa, beberapa catatan dari pengamatan habitat liar di Siberia bahkan menyebutkan bahwa harimau Amur mampu meniru suara beruang hitam guna memancing mereka masuk ke dalam jebakan penyergapan.
Metode berburu yang memanfaatkan kecerdasan psikologis mangsa ini melengkapi persenjataan alami harimau yang sudah sangat mematikan, seperti cakar tajam dan taring yang kuat.
Penemuan fenomena menakjubkan ini semakin memperkaya khazanah sains mengenai kehebatan harimau sebagai salah satu pemburu paling efisien di muka bumi. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama