Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kuliah Sambil Kerja: Solusi Finansial atau Sumber Kelelahan Baru?

M. Afiqul Adib • Minggu, 21 Juni 2026 | 18:04 WIB
Fenomena mahasiswa yang memilih kuliah sambil bekerja, keuntungan yang bisa didapat, tantangan yang dihadapi, serta pertanyaan apakah pola ini cocok untuk semua orang. (Brooke Cagle/Unsplash)
Fenomena mahasiswa yang memilih kuliah sambil bekerja, keuntungan yang bisa didapat, tantangan yang dihadapi, serta pertanyaan apakah pola ini cocok untuk semua orang. (Brooke Cagle/Unsplash)

RADARTUBAN - Fenomena mahasiswa yang memilih bekerja semakin umum terlihat. Banyak mahasiswa tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mencari penghasilan tambahan.

Ada yang melakukannya karena kebutuhan ekonomi, ada pula yang ingin menambah pengalaman kerja sebelum lulus.

Alasan ekonomi hingga pengalaman kerja menjadi pendorong utama. Biaya kuliah yang tinggi, kebutuhan hidup sehari-hari, serta keinginan untuk mandiri membuat banyak mahasiswa memilih bekerja.

Selain itu, pengalaman kerja dianggap sebagai modal penting untuk menghadapi dunia profesional setelah lulus.

Baca Juga: Kuliah Bukan Sekadar Gengsi: Ini Cara Memilih Kampus dengan Bijak

Meski penuh tantangan, ada keuntungan kuliah sambil kerja. Mahasiswa bisa belajar mengatur waktu, melatih tanggung jawab, dan mendapatkan pengalaman nyata yang tidak didapat di kelas.

Hal ini juga memberi rasa percaya diri lebih besar ketika memasuki dunia kerja.

Namun, tidak bisa diabaikan tantangan membagi waktu dan energi. Kuliah membutuhkan fokus, sementara pekerjaan menuntut komitmen. Jika tidak pandai mengatur, keduanya bisa saling mengganggu.

Risiko lain adalah burnout yang sering tidak disadari. Mahasiswa bisa merasa lelah secara fisik maupun mental, kehilangan motivasi, bahkan menurunkan performa akademik.

Karena itu, penting untuk tahu cara menjaga keseimbangan antara akademik dan pekerjaan.

Membuat jadwal realistis, berani berkata “tidak” pada pekerjaan berlebihan, serta tetap memberi waktu untuk istirahat adalah langkah penting agar keduanya bisa berjalan seimbang.

Pertanyaan terakhir: apakah kuliah sambil kerja cocok untuk semua orang? Jawabannya tidak.

Pola ini cocok bagi mereka yang mampu mengatur waktu, memiliki motivasi kuat, dan kondisi fisik serta mental yang cukup stabil. Bagi sebagian orang, fokus penuh pada kuliah mungkin lebih bijak.

Kuliah sambil kerja bisa menjadi solusi finansial sekaligus peluang menambah pengalaman, tetapi juga berpotensi menjadi sumber kelelahan baru.

Baca Juga: Di Balik Kesibukan Kuliah, Jeny Temukan Pelarian Positif Lewat Dunia Game Virtual

Kuncinya ada pada kemampuan mengatur waktu, menjaga kesehatan mental, dan menentukan prioritas. 

Pada akhirnya, setiap mahasiswa perlu menilai apakah pola ini sesuai dengan kondisi dan tujuan hidupnya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#berisiko #kerja #pengalaman #fenomena #kuliah