Kisah di Balik Lagu Diana Koes Plus, Cinta yang Ditentang Paman Petani

Yudha Satria Aditama • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 12:33 WIB
Mengulik kisah di balik lagu Diana karya Tonny Koeswoyo yang dipopulerkan Koes Plus, termasuk cerita cinta dan sosok Diana.
Mengulik kisah di balik lagu Diana karya Tonny Koeswoyo yang dipopulerkan Koes Plus, termasuk cerita cinta dan sosok Diana.

RADARTUBAN – Lagu-lagu Koes Plus kerap terdengar sederhana.

Namun, justru dari kesederhanaan itulah cerita yang dibangun terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Salah satunya Diana, lagu ciptaan Tonny Koeswoyo yang dirilis Koes Plus pada 1973 dan masuk dalam album Volume 8.

Lagu tersebut menjadi salah satu hit Koes Plus pada era kejayaan grup musik legendaris tersebut.

Diana bukan lagu cinta dengan kisah yang rumit. Ceritanya bahkan bisa dibayangkan seperti potongan kisah percintaan di sebuah desa.

Baca Juga: Kembali ke Jakarta, Kisah di Balik Lagu Koes Plus yang Penuh Kerinduan

Tokoh utama dalam lagu tersebut mengisahkan pertemuannya dengan seorang gadis di daerah pegunungan. Gadis itu merupakan putri seorang petani. Namanya Diana.

Kecantikan Diana membuat sang lelaki jatuh hati. Hubungan mereka kemudian berlanjut hingga muncul sebuah janji cinta yang ditandai dengan pemberian cincin bermata jeli.

Namun, persoalan justru muncul setelah cincin itu diberikan.

Sang paman petani ternyata tidak merestui hubungan tersebut. Lelaki yang memberikan cincin justru dimusuhi dan dibenci.

Di bagian inilah kekuatan cerita “Diana” terasa. Sang lelaki tidak meminta Diana untuk meninggalkannya. Sebaliknya, dia meminta kekasihnya itu menjelaskan kepada orang tuanya bahwa cincin tersebut merupakan tanda kasih sayang.

Sederhana, tetapi sangat mudah dibayangkan.

“Diana” kemudian menjadi salah satu lagu Koes Plus yang melekat kuat di ingatan pendengar. Bukan hanya karena melodinya ringan, tetapi juga karena liriknya membangun cerita yang utuh dalam waktu singkat. ANTARA menyebut lagu tersebut menarik karena mengangkat kisah seorang pria yang mengagumi seorang perempuan, tetapi hubungan mereka tidak direstui orang tua.

Menariknya, pertanyaan kemudian muncul: siapa sebenarnya Diana?

Sejumlah tulisan mengenai Koes Plus pernah mengaitkan lagu tersebut dengan sosok perempuan yang disebut-sebut menjadi inspirasi Tonny Koeswoyo. Salah satu tulisan bahkan menyebut.

Baca Juga: Dituduh Kebarat-baratan, Koes Plus Justru Punya Kisah Nasionalisme di Balik Lagu Nusantara

Diana kemungkinan terinspirasi perempuan dari wilayah Indonesia bagian timur. Dalam tulisan itu, informasi tersebut dikaitkan dengan cerita yang diperoleh dari anggota keluarga Koeswoyo.

Namun, keterangan tersebut belum cukup kuat untuk memastikan bahwa Diana dalam lagu benar-benar merupakan sosok nyata yang menjadi kekasih Tonny.

Karena itu, kisah Diana lebih aman dipahami sebagai cerita yang dituangkan Tonny melalui lagu, tanpa memastikan sosok di balik namanya sebagai fakta sejarah.

Yang jelas, pilihan Tonny menggunakan nama Diana menjadi menarik. Sebab, di tengah gambaran seorang gadis putri petani di pegunungan, nama tersebut terasa berbeda dengan latar tempat dan kehidupan yang digambarkan dalam lagu.

Namun justru di situlah kekuatan Koes Plus.

Tonny tidak membutuhkan kata-kata rumit untuk membuat sebuah cerita cinta mudah diingat. Cukup seorang lelaki, seorang gadis bernama Diana, sebuah cincin, dan seorang paman petani yang tidak memberikan restu.

Lagu itu pun bertahan melampaui zamannya.

Lebih dari setengah abad setelah dirilis, nama Diana masih dinyanyikan. Ceritanya tetap sederhana: seseorang jatuh cinta, memberikan tanda kasih sayang, lalu berhadapan dengan keluarga yang tidak merestui.

Mungkin karena itulah “Diana” tidak pernah benar-benar terasa tua.

Sebab, urusan cinta dan restu orang tua agaknya memang tidak mengenal zaman. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
diana koes plus Tonny Koeswoyo