Lisa Blackpink Rilis Film Dokumenter, Tuai Respon Pro dan Kontra dari Netizen

Puput Dwi Indrawati • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 15:59 WIB
film dokumenter Lisa Blackpink dengan judul Always Lalisa yang tuai pro dan kontra. (Tangkapan Layar Youtube Yusril Kim)
film dokumenter Lisa Blackpink dengan judul Always Lalisa yang tuai pro dan kontra. (Tangkapan Layar Youtube Yusril Kim)

RADARTUBAN - Film dokumenter solo pertama Lisa BLACKPINK, Always Lalisa, menjadi sorotan setelah diputar perdana di Toronto International Film Festival.

Dokumenter tersebut mengungkap sisi kehidupan Lisa yang selama ini jarang terlihat di balik statusnya sebagai salah satu bintang global.

Mengutip kanal YouTube Yusril Kim, Always Lalisa merekam keseharian Lisa selama satu tahun setelah dirinya mengambil jeda dari aktivitas bersama BLACKPINK.

Dokumenter yang digarap sutradara Sukim itu tidak hanya memperlihatkan kehidupan Lisa di panggung hiburan internasional.

Baca Juga: Kontroversi MV Fallen Angel Jennie BLACKPINK, Murni Seni atau Satanisme?

Film tersebut juga mengikuti proses di balik pembuatan album solo Alter Ego, keterlibatannya dalam serial The White Lotus, hingga persiapan Lisa menjelang penampilannya di festival musik Coachella.

Sisi lain perjalanan karier Lisa juga menjadi bagian penting dalam film tersebut. Salah satunya adalah masa ketika Lisa masih berstatus trainee dan berusaha membangun karier di industri musik Korea Selatan.

Dalam dokumenter itu, Lisa mengungkapkan keinginannya untuk menjadi penyanyi. Namun, dia disebut harus memilih jalur rap agar dapat bertahan dan tidak tersingkir dari agensi yang menaunginya.

Lisa juga berbicara mengenai berbagai tantangan yang pernah dihadapinya. Mulai dari tekanan mental, keraguan terhadap diri sendiri, hingga memberikan klarifikasi terkait kontroversi video lamanya.

Menurut video Yusril Kim, pendekatan yang digunakan sutradara dibuat personal dan terbuka. Cara tersebut bertujuan menghadirkan sisi emosional Lisa sehingga penonton tidak hanya melihatnya sebagai selebritas dengan citra sempurna.

Namun, keterbukaan Lisa justru memunculkan pro dan kontra di kalangan netizen, terutama K-netz.

Sebagian penggemar memberikan apresiasi terhadap keberanian Lisa dalam menceritakan pengalaman pribadinya.

Mereka menilai Lisa berani mengungkap rasa lelah, keraguan, serta kebebasan yang dirasakan setelah tidak lagi berada dalam batasan ketat industri K-pop.

Di sisi lain, ada pula pihak yang mempertanyakan keluhan tersebut. Lisa dinilai telah memperoleh kesuksesan besar melalui sistem industri yang sama yang menjadi bagian dari perjalanan kariernya.

“Dengan demikian, pro dan kontra mengenai Always Lalisa sebenarnya tidak hanya terbagi antara mereka yang menyukai atau tidak menyukai Lisa, pendapat yang muncul jauh lebih luas,” ungkap Yusril Kim dalam videonya.

Perdebatan mengenai Always Lalisa kemudian berkembang di media sosial.

Film tersebut tidak hanya menjadi gambaran perjalanan karier Lisa, tetapi juga membuka pembahasan mengenai tekanan dan sisi rentan yang dapat dialami seorang idola di tengah popularitas global.

Sejumlah pengamat hiburan berharap publik dapat menyikapi dokumenter tersebut secara lebih bijak.

Keterbukaan Lisa dinilai dapat dilihat sebagai bentuk ekspresi emosional seorang manusia yang tetap memiliki kerentanan, meski berada di balik citra seorang idola dunia. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
always lalisa Dokumenter lisa blackpink film