RADARTUBAN - Tragedi 9/11 akan selalu menjadi cerita sejarah yang tidak akan mungkin terlupakan dalam catatan sejarah dunia.
Menurut Amerika Serikat, tragedi ini dipicu oleh serangan para teroris ke gedung World Trade Center (WTC) dan Pentagon. Kejadian ini diklaim menyebabkan kerugian secara signifikan.
Tragedi 9/11 tepatnya terjadi pada tahun 2001, artinya 23 tahun kejadian tersebut masih membayangi masyarakat dunia.
Berdasarkan versi yang beredar, kejadian bermula saat sekelompok teroris membajak pesawat United Airlines Penerbangan 175 dan American Airlines Penerbangan 11.
Awalnya pesawat berasal dari Boston dalam perjalanan menuju ke California, sebelum akhirnya dibajak dan ditabrakan ke Menara Utara Selatan, WTC, New York.
Para pembajak tidak hanya membajak satu pesawat, dalam aksinya berikutnya mereka membajak pesawat American Airlines Penerbangan 11, yang kemudian mereka tabrakan ke Gedung Pentagon.
Sementara itu, di Pennsylvania penumpang berhasil menggagalkan aksi pembajakaan dari pesawat United Airlines Penerbangan 93, meski akhirnya pesawat tersebut juga jatuh.
Tentu saja kejadian ini menyisakan pilu bagi para korban yang tertimpa, dan menjadi momen menyedihkan bagi AS hingga dunia. Pasalnya, akibat kejadian ini ada 2.977 orang yang tewas di New York.
Korban-korban tersebut terdiri dari 2.753 tewas di New York, 184 orang tewas di Pentagon dan sekitar 40 orang tewas di Pennsylvania. Ribuan korban tersebut menjadi korban pembajakaan pesawat secara mengerikan.
Tidak hanya itu, akibat kejadian ini juga berimbas pada kesehatan fisik dan mental.
Menurut Program Kesehatan WTC hampir 80.000 orang terpapar debu, akibatnya terjadi permasalahan pernapasan hingga rasa trauma mendalam yang mengganggu mentalnya.
Kejadian ini memang sudah berlangsung 23 tahun yang lalu, namun ceritanya tetap abadi dalam sejarah, cerita pahit dan getirnya melewati asap-asap akibat ledakan pesawat yang amat dahsyat.
Sehingga rasa trauma mendalam yang menganggu kesehatan masyarakat di New York, Pentagon serta Pennsylvania.
Hingga berita ini ditulis, peristiwa ini tetap diceritakan dalam sejarah dan tidak pernah terlupakan begitu saja. Kekejaman, ketidakpedulian hingga rasa tidak berempati yang menyelimuti hati para pembajak adalah sebuah kejahatan yang luar biasa. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama