RADARTUBAN - Industri hiburan Korea Selatan kembali heboh setelah munculnya dokumen internal dari HYBE yang mengindikasikan dugaan sabotase terhadap sejumlah grup KPop.
Laporan audit yang diungkap di hadapan Majelis Nasional pada Kamis (24/10) lalu, mengarah ke sebuah sikap kontroversial HYBE yang diduga menjatuhkan grup dari SM Entertainment, termasuk RIIZE.
Salah satu informasi mengejutkan yang tercantum dalam dokumen tersebut yaitu adanya rencana negatif HYBE untuk melemahkan reputasi beberapa grup besar seperti BLACKPINK, TWICE, dan Stray Kids.
Bahkan aespa yang baru-baru ini mengguncang panggung di Coachella turut menjadi sasaran, dengan kritik tajam terhadap penampilan live mereka.
Melansir Sports Kyunghyang, dokumen itu mencatat adanya instruksi khusus bagi HYBE untuk menjadikan grup SM Entertainment sebagai tameng saat grup mereka sendiri menghadapi berbagai kritik.
“Dokumen ini menyebutkan bahwa grup dari SM dapat digunakan sebagai pelindung saat grup mereka diserang,” dikutip Sabtu (26/10).
Tidak hanya itu, dokumen internal yang bocor tersebut juga memberikan sinyal mengenai respons yang harus diambil saat anggota grup HYBE menerima berbagai persoalan.
Misalnya, jika ada komentar buruk terhadap anggota yang dinilai kurang menarik atau tidak mahir menari, mereka disarankan membalas dengan menyebarkan foto pra-debut atau cuplikan video sebagai pembelaan.
Situasi semakin memanas menyusul mundurnya Seunghan dari RIIZE, yang sebelumnya didera kontroversi akibat foto masa lalu sebelum ia tergabung secara resmi ke dalam grupnya.
Hal ini menimbulkan opini bahwa HYBE adalah dalang di balik penyebaran foto pribadi. Tentunya merugikan citra grup yang tengah berusaha meraih tempat di industri KPop.
Skandal ini memicu kemarahan di media sosial, dengan para penggemar ramai-ramai mengutuk praktik tidak etis yang diduga dilakukan oleh HYBE.
Banyak fans yang menilai tindakan ini tidak hanya merusak reputasi para idol tetapi juga merusak citra industri KPop secara keseluruhan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama