RADARTUBAN - Elon Musk mencatatkan rekor baru sebagai individu pertama di dunia dengan kekayaan bersih mencapai US$400 miliar, setara dengan Rp6.388 triliun.
Peningkatan ini didorong oleh kenaikan nilai perusahaan-perusahaannya, terutama Tesla dan SpaceX, serta dampak dari terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS.
Kekayaan Musk melonjak drastis setelah penjualan saham internal SpaceX menambah US$50 miliar ke total nilai kekayaannya. Selain itu, saham Tesla juga mencetak rekor baru pada Rabu (11/12).
Dengan harga penutupan sebesar US$424,77 per saham, yang turut mendorong kekayaanPRESI Musk menjadi US$447 miliar atau Rp7.138 triliun.
Dalam satu hari, kekayaan Musk bertambah sebesar US$62,8 miliar, menjadikannya lonjakan kekayaan harian terbesar yang pernah terjadi.
Akibatnya, total kekayaan gabungan 500 orang terkaya dunia melampaui US$10 triliun, setara dengan PDB gabungan Jerman, Jepang, dan Australia, menurut data Bank Dunia.
Sejak awal tahun, Musk telah menambah US$218 miliar ke kekayaannya, jauh melampaui individu kaya lainnya. Saham Tesla, yang naik sebesar 71 persen tahun ini, menjadi kontributor utama.
Efek dari kebijakan pro-industri teknologi yang dijanjikan oleh Donald Trump menjadi pendorong utama kenaikan ini. Trump diharapkan akan mempercepat regulasi kendaraan swakemudi dan menghapus insentif pajak bagi pesaing Tesla.
Musk sendiri akan memimpin Department of Government Efficiency, sebuah unit baru yang memberi akses langsung ke Gedung Putih.
Selain itu, perusahaan kecerdasan buatan milik Musk, xAI, mencatat kenaikan valuasi lebih dari dua kali lipat menjadi US$50 miliar sejak pendanaan terakhir pada Mei lalu. Peningkatan minat terhadap xAI juga dipengaruhi oleh situasi politik di AS.
SpaceX, perusahaan eksplorasi luar angkasa yang dipimpin Musk, baru saja menyelesaikan transaksi pembelian saham internal senilai US$1,25 miliar. Kesepakatan ini membuat valuasi SpaceX mencapai US$350 miliar, menjadikannya startup privat paling berharga di dunia.
Pendapatan SpaceX sebagian besar berasal dari kontrak dengan pemerintah AS. Dukungan dari administrasi Trump diharapkan akan memperkuat posisi perusahaan ini, terutama dalam misi eksplorasi Mars yang menjadi fokus utama Musk.
Presiden terpilih Donald Trump bahkan menghadiri peluncuran SpaceX di Texas setelah pemilu.
Meskipun mencatatkan banyak pencapaian, Musk juga menghadapi tantangan. Pekan lalu, hakim Delaware membatalkan paket kompensasi Tesla yang disepakati pada 2018, dengan nilai saat ini lebih dari US$100 miliar.
Musk menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk "korupsi mutlak." Meski demikian, Musk tetap menjadi individu terkaya di dunia dengan selisih yang signifikan dari pesaingnya.
Elon Musk terus menunjukkan pengaruh besar dalam dunia teknologi dan bisnis global, menjadikannya simbol inovasi dan ambisi di era modern. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni