RADARTUBAN - Pendiri Alibaba Group, Jack Ma, tampil dalam sebuah pidato langka di divisi cloud perusahaan.
Dia membagikan pandangannya mengenai pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang bertanggung jawab dan berfokus pada pelayanan terhadap manusia.
Perusahaan memang tengah meningkatkan ekspansi bisnisnya di sektor AI. Jack Ma, yang kini berusia 60 tahun, secara tiba-tiba mengunjungi kantor pusat Alibaba Cloud di Hangzhou pada Kamis lalu.
Dia terlihat memakai lencana karyawan sebagai bentuk dukungan terhadap tim tersebut.
Ma menekankan bahwa AI seharusnya bertujuan untuk membantu manusia menciptakan hidup yang lebih baik dan bermakna, bukan untuk menggantikan peran manusia.
Ma, yang masih dianggap sebagai sosok inspiratif di balik kerajaan bisnis yang dibangun sejak 26 tahun silam, menyampaikan kepada para karyawan bahwa tujuan utama teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) bukanlah untuk menaklukkan "galaksi dan lautan".
Ungkapan galaksi dan lautan sendiri merupakan ungkapan kiasan di Tiongkok yang menggambarkan ambisi besar.
Dikutip dari South China Morning Post (SCMP), Senin (14/4), Ma menegaskan bahwa meskipun Alibaba Cloud memiliki keunggulan dalam hal sumber daya dan talenta teknologi, tanggung jawab etis tetap harus diutamakan dalam proses pengembangan AI.
"Tujuan teknologi adalah untuk membantu orang menjalani kehidupan yang lebih baik, lebih bermakna, dan memastikan tiap orang mendapat manfaat darinya," kata Ma.
Dia menambahkan, peran teknologi adalah untuk membawa perubahan pada kehidupan setiap orang dan menawarkan martabat bagi setiap individu.
Ma menegaskan bahwa pengembangan kecerdasan buatan (AI) seharusnya berfokus pada pemahaman dan pelayanan terhadap manusia, bukan untuk menggantikan peran mereka.
Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap kekhawatiran publik yang semakin besar terkait laju perkembangan AI yang sangat cepat.
"Saya harap kita semua akan terus bekerja sama membawa dunia ke era baik dan berteknologi tinggi. Kami tak mencoba membuat mesin seperti manusia, tapi untuk memungkinkan mesin memahami manusia, berpikir seperti manusia, dan melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan manusia," kata Ma.
Pernyataan Jack Ma disampaikan di tengah langkah strategis Alibaba yang kini bertumpu pada masa depan berbasis kecerdasan buatan (AI), menandai pergeseran fokus dari bisnis e-commerce menuju pengembangan kapabilitas dan solusi AI.
Alibaba Cloud, sebagai penyedia layanan cloud terbesar di Tiongkok dengan pangsa pasar lebih dari sepertiga, memainkan peran sentral dalam transformasi ini.
Unit tersebut juga menjadi otak di balik model AI Qwen yang popularitasnya terus meningkat. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni