RADARTUBAN - Formula 1 akan menyambangi Amerika Serikat untuk pertama kalinya musim ini pada Grand Prix Miami 2025.
Hanya saja fokus utama ajang balap tersebut tidak hanya tertuju pada persaingan di lintasan, melainkan juga pada hadirnya tim baru yang akan debut musim depan yakni Cadillac.
Tim Cadillac, yang dijadwalkan menjadi tim ke-11 di F1 pada musim 2026, tengah bersiap meluncurkan corak (livery) perdana mereka pada sebuah acara khusus di Miami akhir pekan ini.
Peluncuran tersebut diprediksi akan menyita banyak perhatian, apalagi dengan mencuatnya kabar mantan pembalap Red Bull, Sergio Perez, turut hadir dalam acara tersebut.
Perez yang merupakan pembalap asal Meksiko, sedang gencar dikaitkan dengan Cadillac. Sejumlah laporan menyebut Perez sudah terlihat berada di Miami menjelang akhir pekan.
Meski kehadirannya belum dikonfirmasi sebagai bagian dari susunan pembalap Cadillac, banyak yang berpendapat dia berpeluang besar menjadi salah satu pembalap utama tim tersebut.
Mengingat sejak dilepas Red Bull pada akhir musim 2024, Perez tidak mendapatkan kursi pembalap pada musim ini dan harus puas menonton F1 dari layar kaca.
Performa Perez bersama Red Bull memang mengalami penurunan dalam dua musim terakhir, usai mencetak hasil impresif di musim awal debutnya.
Pada musim terakhirnya di Red Bull, Perez hanya mampu finis di posisi delapan klasemen akhir dengan 152 poin, tanpa satu kalipun meraih kemenangan.
Meskipun performa Perez sedikit dipertanyakan, popularitasnya di benua Amerika tidak diragukan lagi, terutama di Amerika Latin.
Banyak yang beranggapan Perez menjadi pembalap F1 paling populer di kawasan tersebut.
Spekulasi bergabungnya Perez ke tim Cadillac dinilai tidak hanya sebagai langkah strategis, tetapi juga sebagai bisnis dan pemasaran bagi tim.
Selain Perez, nama lain yang masuk radar Cadillac adalah Zhou Guanyu, mantan pembalap Sauber.
Sedangkan sumber lain menyebut Valtteri Bottas juga menjadi opsi potensial bagi tim.
Hanya saja mengingat keterbatasan pilihan pembalap Amerika yang berpengalaman, posisi pembalap senior kemungkinan akan diisi oleh figur seperti Perez.
Rumor ini diperkuat oleh pernyataan Mario Andretti, legenda balap sekaligus penasihat tim Cadillac yang menyebut Sergio Perez adalah kandidat yang sangat masuk akal untuk memperkuat tim baru tersebut.
Apalagi dengan pengalaman empat musim bersama tim besar seperti Red Bull.
Sebagai tambahan, Cadillac akan menggunakan unit daya dari Ferrari pada musim debutnya di 2026, sebelum beralih ke mesin buatan sendiri yang ditargetkan mulai tahun 2029 nanti.
Kehadiran Cadillac dipastikan menambah warna dalam persaingan F1. Jika rumor ini benar, kolaborasi ini berpotensi menjadi salah satu cerita besar dalam musim-musim F1 yang akan datang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni