RADARTUBAN – Tim Andrews, pria berusia 67 tahun asal Amerika Serikat, menjadi salah satu dari sedikit orang di dunia yang menjalani transplantasi ginjal babi yang telah dimodifikasi secara genetik.
Dia kini menjadi satu-satunya orang di AS yang hidup dengan ginjal hewan setelah menjalani prosedur eksperimental ini.
Andrews menderita diabetes sejak tahun 1990-an dan kondisinya memburuk pada tahun lalu ketika ia mulai merasakan kelelahan ekstrem.
Setelah pemeriksaan medis, dia didiagnosis gagal ginjal stadium 3 yang terus menurun hingga mencapai tahap akhir, sehingga memerlukan dialisis.
Proses dialisis sangat memberatkan secara fisik dan emosional bagi Andrews. Kesempatan mendapatkan donor ginjal manusia sangat kecil, terutama karena golongan darahnya yang langka.
Di AS, sekitar 90 ribu orang menunggu transplantasi ginjal dengan waktu tunggu rata-rata 3-5 tahun, bahkan bisa sampai 7-8 tahun untuk golongan darah langka.
Dalam situasi kritis ini, Andrews bertemu dengan Dr. Leonardo Riella dari Massachusetts General Hospital yang tengah meneliti transplantasi organ dari hewan.
Andrews menjalani persiapan fisik selama beberapa bulan, termasuk terapi fisik, olahraga, vaksinasi, dan berhasil menurunkan berat badan sebanyak 10 kilogram.
Operasi transplantasi ginjal babi dilakukan pada Januari 2025 dan berlangsung selama dua jam lebih sedikit, lebih singkat dari perkiraan awal.
Andrews menyebut pengalaman ini sebagai keajaiban dan menganggap hari operasi sebagai ulang tahun baru dalam hidupnya.
Ginjal babi yang ditransplantasikan tidak dirancang untuk bertahan lama.
Sehingga Andrews masih tercatat dalam daftar penerima donor ginjal manusia dan harus rutin mengonsumsi obat-obatan untuk menjaga kesehatannya.
Namun, hidup tanpa harus menjalani dialisis setiap hari membuatnya sangat bersyukur.
Andrews bahkan berencana berlibur ke Eropa bersama istrinya tahun depan jika kesehatannya memungkinkan.
Kini, dia merasa bahagia bisa kembali menikmati hidup dan berkumpul dengan keluarga. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama