RADARTUBAN - Kapal bantuan kemanusiaan bernama Madleen yang membawa aktivis lingkungan terkenal Greta Thunberg beserta 11 aktivis lainnya dicegat dan ditangkap oleh pasukan militer Israel di perairan internasional saat hendak menuju Gaza, Palestina.
Kapal ini berlayar dengan tujuan mengirimkan bantuan kemanusiaan, termasuk makanan, perlengkapan medis, dan susu formula bayi, untuk membantu warga Gaza yang tengah mengalami blokade dan krisis kemanusiaan akibat konflik berkepanjangan.
Namun, militer Israel telah menginstruksikan agar kapal tersebut tidak diperbolehkan mencapai wilayah Gaza dan menarik kapal ke pantai Israel.
Dalam sebuah video yang disiarkan oleh Freedom Flotilla Coalition, Greta Thunberg menyatakan bahwa dirinya dan aktivis lain telah "diculik" oleh pasukan Israel di perairan internasional.
Ia juga menyerukan kepada pemerintah Swedia dan masyarakat internasional untuk menekan agar mereka segera dibebaskan.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut para aktivis di kapal sebagai "juru bicara propaganda Hamas" dan menegaskan bahwa kapal tidak akan diizinkan mencapai Gaza.
Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan bahwa sejumlah kecil bantuan dari kapal akan tetap disalurkan ke Gaza melalui saluran kemanusiaan resmi, sementara para penumpang diharapkan kembali ke negara asal mereka.
Kapal Madleen merupakan bagian dari Freedom Flotilla Coalition yang berusaha menantang blokade laut Israel terhadap Gaza yang telah berlangsung sejak sebelum perang Israel-Hamas terbaru.
Peristiwa ini menambah ketegangan di tengah situasi kemanusiaan yang sangat sulit di Gaza akibat pengepungan dan konflik yang terus berlangsung. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni