RADARTUBAN- Di jantung kota Portland, Oregon, terdapat sebuah taman mungil yang berhasil mencuri perhatian dunia.
Dikenal sebagai Taman Mill Ends, taman ini secara resmi didedikasikan pada Hari St. Patrick tahun 1948 dan telah tercatat dalam Guinness Book of World Records sejak 1971 sebagai taman terkecil di dunia.
Luasnya hanya 452 inci persegi—sekitar 2 kaki atau 0,29 meter persegi!
Menariknya, taman mini ini terletak di tengah jalur lalu lintas pusat kota, pada area yang awalnya direncanakan sebagai tempat berdirinya tiang lampu.
Namun, karena tiang tersebut tak kunjung dipasang, seorang kolumnis lokal berdarah Irlandia bernama Dick Fagan memutuskan untuk mengubah ruang kosong itu menjadi sesuatu yang unik.
Fagan, yang kantornya berada di lantai dua menghadap ke lokasi tersebut, menanam bunga di sana dan menamainya Mill Ends, sesuai dengan nama kolomnya di surat kabar Oregon Journal.
Istilah "mill ends" sendiri merujuk pada potongan kayu tak terpakai yang tersisa dari penggilingan.
Taman ini bukan sekadar taman. Fagan, yang dikenal dengan imajinasi dan humor khasnya, sering menulis kisah-kisah fiksi seputar taman ini.
Ia menggambarkan taman tersebut sebagai rumah bagi koloni leprechaun, dengan seorang pemimpin bernama Patrick O'Toole.
Dalam tulisannya, O'Toole mengklaim bahwa Mill Ends Park adalah satu-satunya koloni leprechaun yang ada di sebelah barat Irlandia.
Setelah Fagan meninggal dunia akibat kanker pada tahun 1969, taman ini tetap dirawat oleh warga Portland.
Berbagai benda kecil unik pernah menghiasi taman ini, mulai dari kolam renang mini untuk kupu-kupu dengan papan loncat, pecahan bangunan Oregon Journal, hingga patung leprechaun bersandar pada pot emasnya yang dipasang pada 2001.
Pada tahun 2006, taman ini sempat dipindahkan sementara akibat proyek konstruksi jalan, namun kemudian dikembalikan ke lokasi asalnya dengan perayaan meriah.
Acara tersebut dihadiri oleh Royal Rosarians, musisi bagpipe, dan keluarga Fagan termasuk istrinya, Katherine.
Legenda leprechaun di taman ini masih terus hidup. Salah satu anak Fagan, Pat Fagan, dengan bangga mengenang taman tersebut dan sering membagikan kisah tentangnya kepada anak-anaknya sendiri.
Ia menyatakan bahwa taman kecil ini masih merupakan "koloni leprechaun terbesar di sebelah barat Irlandia".
Meskipun mungil, Mill Ends Park telah menjadi simbol kreativitas dan semangat kota Portland yang unik dan penuh cerita. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni