RADARTUBAN - Seorang wanita di North Yorkshire, wilayah administrasi (sebuah county) negara bagian di inggris, dihukum karena memelihara hewan dalam kondisi squalid atau kumuh tak terurus, ditemukan tujuh kucing ras dan 14 burung aviari yang dipelihara tanpa perawatan layak.
Kasus ini disidangkan di Pengadilan Magistrat Teesside, di mana hakim menjatuhkan larangan memelihara hewan selama lima tahun kepada Janice Lawson, 69 tahun.
Putusan Pengadilan dan Hukuman
Lawson dijatuhi hukuman pada 9 September setelah mengaku bersalah atas tiga pelanggaran berdasarkan Animal Welfare Act.
Hakim memberikan sanksi berupa larangan memelihara hewan, perintah komunitas selama dua tahun dengan 30 hari aktivitas rehabilitasi, serta kewajiban membayar biaya sebesar £114 untuk korban dan £300 untuk pengadilan.
Hakim Distrik Marie Mallan menegaskan bahwa dirinya “tidak merasa Lawson sepenuhnya tidak dapat direhabilitasi dalam hal sikapnya terhadap hewan.”
Oleh karena itu, larangan lima tahun tersebut diberlakukan dan Lawson tidak dapat mengajukan pencabutan sebelum masa hukuman berakhir.
Kondisi Hewan Saat Ditemukan
Seorang inspektur RSPCA yang memeriksa rumah Lawson di Byland Place, Northallerton, pada 21 Desember menggambarkan kondisi sangat buruk.
“Ada banyak lalat dengan kotoran di lantai properti. Saya melihat tiga kucing Siam berada di dalam kandang hewan yang penuh kotoran,” ujarnya di pengadilan.
Dalam pernyataan tertulisnya, ia menambahkan: “Bau amonia di dalam rumah begitu menyengat hingga beberapa kali membuat saya sesak napas, sehingga saya harus keluar untuk menghirup udara segar.” Selain itu, ditemukan juga seekor kucing Siam berwarna krem yang sangat kurus.
Hasil Pemeriksaan Dokter Hewan
Menurut keterangan RSPCA, dokter hewan menemukan kucing jantan paling kurus hanya berbobot 1,5 kg, jauh di bawah berat ideal 3,9 kg.
Enam dari tujuh kucing oriental digambarkan sebagai “sangat kurus”.
Burung-burung yang dipelihara juga berada dalam kondisi mengenaskan, dengan bulu rusak, cakar terlalu panjang, dan kandang yang kotor dipenuhi kotoran serta biji sisa.
Namun, setelah ditangani, para kucing menunjukkan perkembangan signifikan.
Mereka segera menambah berat badan dalam hitungan hari hingga bulan. Burung-burung juga sudah direlokasi oleh RSPCA, sementara empat kakariki kini dirawat di sebuah tempat khusus.
Rehabilitasi Hewan dan Harapan Baru
Seluruh kucing telah diserahkan Lawson kepada pihak berwenang. Beberapa di antaranya sudah mendapatkan rumah baru melalui program adopsi RSPCA.
Fakta ini menunjukkan bahwa meski mereka sempat menderita, peluang hidup yang lebih baik kini terbuka.
Kasus ini menjadi pengingat penting tentang tanggung jawab dalam memelihara hewan.
Dengan adanya vonis dari Pengadilan Magistrat Teesside, diharapkan masyarakat lebih sadar akan kewajiban mereka memberikan perawatan layak, termasuk untuk hewan peliharaan seperti kucing Siam maupun burung aviari. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni