RADARTUBAN- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding dirinya menjadi korban sabotase saat menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.
Dia menyebut ada tiga insiden mencurigakan yang terjadi secara beruntun.
“Sebuah aib besar terjadi di PBB kemarin — bukan satu, bukan dua, tetapi tiga insiden yang sangat buruk! Ini bukan kebetulan, melainkan sabotase berulang. Mereka seharusnya malu,” tulis Trump melalui akun Truth Social, Rabu (11/9) waktu setempat.
Baca Juga: Kemenlu Buka Suara Terkait Matinya Mikrofon Prabowo Saat Pidato PBB : Karena Batas Waktu
Tiga Insiden Mencurigakan
Trump merinci, insiden pertama terjadi saat eskalator tiba-tiba berhenti ketika ia dan sang istri, Melania Trump, tengah menggunakannya.
Kejadian kedua, teleprompter yang digunakan berpidato mendadak mengalami gangguan. Terakhir, sistem pengeras suara mati di tengah sambutannya.
Tuntut Investigasi PBB
Atas kejadian beruntun tersebut, Trump mengaku telah melayangkan surat resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Dia mendesak agar dilakukan penyelidikan segera terkait dugaan sabotase.
“Saya telah mengirim surat resmi kepada Sekretaris Jenderal dan menuntut investigasi segera. Tidak heran PBB tidak mampu melaksanakan fungsi yang semestinya,” ujar Trump.
Secret Service Ikut Selidiki
Tak hanya PBB, Dinas Rahasia Amerika Serikat (Secret Service) juga tengah menelusuri apakah ada unsur kesengajaan atau peretasan terhadap eskalator maupun peralatan teknis selama kunjungan Trump ke PBB.
Kasus ini menambah ketegangan hubungan Trump dengan PBB, mengingat selama ini dia kerap melontarkan kritik keras terhadap organisasi internasional tersebut. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni