RADARTUBAN - Perjalanan misi kemanusiaan yang dipimpin oleh aktivis dan artis Wanda Hamidah untuk menembus blokade Gaza kembali mengalami kendala.
Kapten kapal Nusantara yang mengangkut Wanda dan aktivis lainnya tiba-tiba meninggalkan kapal pada Sabtu (27/9), sehingga menunda pelayaran menuju Gaza lebih lanjut.
Wanda Hamidah bersama rombongan Global Sumud Flotilla sempat terdampar di Portopalo, Sisilia, Italia setelah kapal Kaiser yang tumpangi mereka sebelumnya mengalami kebocoran dan harus melakukan perbaikan.
Wanda menulis di Instagram bahwa beberapa kapal lain termasuk Nusantara juga mengalami masalah dan harus berlabuh, memaksa aktivisme kapal-kapal tersebut memindahkan armadanya untuk melanjutkan perjalanan.
Kejadian kapten kapal Nusantara yang kabur ini membuat rombongan dan Wanda harus menunggu kedatangan kapten pengganti agar misi kemanusiaan ke Gaza dapat berlanjut.
Dalam unggahan Instagram Story pribadinya, Wanda menyampaikan bahwa ia dan rekan-rekannya sudah hampir 10 hari terdampar di Portopalo dan berharap kedatangan kapten baru agar misi dapat dilanjutkan.
Meski menghadapi berbagai kendala, termasuk cuaca buruk dan teknis kapal, Wanda dengan tegas menyatakan kesiapan dan tekadnya untuk tetap berada di jalur misi kemanusiaan tersebut.
Sampai kapal terakhir berhasil berlayar ke Gaza sebagai bentuk dukungan kepada rakyat Palestina.
Sebelumnya, perjalanan Wanda ke Gaza sempat tertunda selama dua minggu ketika kapal yang hendak membawa misi tersebut terdampar di pelabuhan Kelibia, Tunisia akibat masalah teknis.
Setelah diperbaiki, kapal Kaiser akhirnya dapat berlayar menuju Gaza, namun perjalanan kembali menemui tantangan di Italia.
Wanda Hamidah menjadi satu-satunya wanita dari delegasi internasional dalam misi Global Sumud Flotilla ini. Dalam setiap perjalanannya, Wanda selalu menegaskan dukungan kuatnya terhadap kemerdekaan Palestina dan upaya melawan genosida yang dialami warga di sana. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama