RADARTUBAN - Ambisi Meta dan Google dalam memperluas jaringan internet global dikabarkan kembali menuai sejumlah hambatan.
Melansir dari Engadget, kedua perusahaan teknologi itu telah menunda proyek kabel bawah laut terutama di wilayah Laut Merah yang saat ini beresiko tinggi akibat masalah geopolitik.
Proyek 2Africa yang digagas oleh Meta akan membangun jaringan kabel sepanjang 28 ribu mil yang menghubungkan Eropa, Asia dan seluruh pesisis Afrika.
Infrastruktur ini diperkirakan akan menjadi tulang punggung internet berbasis fiber di wilayah itu.
Hanya saja pembangunan di selatan Laut Merah tidak dapat dikerjakan karena berbagai masalah, seperti soal izin, tantangan operasional, serta konflik regional yang memebuat pemasangan kabel sulit dilakukan dalam waktu dekat.
Situasi serupa juga dialami oleh Google.
Melalui sistem kabel Blue-Raman yang diumumkan pada 2021 lalu, perusahaan berambisi untuk menghubungkan Prancis, Italia, India, wilayah Palestina-Israel, hingga Oman.
Awalnya proyek ini dijadwalkan beroperasi pada tahun 2024, tetapi saat ini terhenti tanpa batas waktu yang jelas.
Seperti yang diketahui, Laut Merah menjadi titik rawan bagi sejumlah proyek global termasuk kabel bawah laut.
Pembangunan infrastruktur digital ini menghadapi banyak ancaman termasuk penyerangan dari kelompok separatis di sekitaran Laut Merah.
Hal ini membuat banyak perusahaan terpaksa memperlambat proses pembangunan, atau bahkan memberhentikan sementara proyek tersebut.
Meskipun tertunda, proyek di wilayah lain tetap berjalan sesuai rencana yang telah diumumkan sebelumnya.
Google tetap melanjutkan pembangunan kabel yang menghubungkan negara Togo ke wilayah Eropa melalui samudra Atlantik.
Di sisi lain, Meta juga tetap melanjutkan proyek kabel skala besar yang menyatukan lima benua tanpa melewati Laut Merah.
Hingga saat ini, kabel bawah laut menjadi tulang punggung konektivitas global karena menawarkan kecepatan tinggi dan efisiensi.
Namun, berbagai tantangan akibat konflik regional jelas memperlambat pembangunan infrastruktur tersebut, sehingga banyak wilayah hingga kini belum menerima cakupan Internet. (*/lia)
Editor : radar tuban digital