Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

AS Keluarkan Afrika Selatan dari G20, Ramaphosa Pilih Vakum Selama Era Trump

Ika Nur Jannah • Jumat, 26 Desember 2025 | 20:35 WIB

 

 

Foto Marco Rubio dengan Presiden AS, Donald Trump.
Foto Marco Rubio dengan Presiden AS, Donald Trump.

 

RADARTUBAN - Amerika Serikat (AS) secara tegas mengakhiri Afrika Selatan dari pertemuan G20 pertama di bawah kepemimpinannya, memicu ketegangan kemitraan baru.

Keputusan ini diumumkan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada (3/12), dengan alasan tuduhan terhadap kebijakan Afrika Selatan soal isu etnis Afrikaner.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menanggapi dengan nada bercanda namun tegas, menyatakan akan "vakum" dari G20 selama Donald Trump menjabat sebagai presiden AS. Pernyataan itu disampaikan juru bicara Ramaphosa, Vincent Magwenya.

Latar Belakang Ketegangan

Pertemuan G20 tersebut berlangsung 15-16 Desember 2025 di Washington DC, sebagai tuan rumah presiden bergilir AS hingga KTT puncak di Miami pada Desember 2026.

Sebelumnya, Trump juga memboikot KTT G20 di Johannesburg saat Afrika Selatan memangku presiden, tanpa mengirim delegasi meski diundang.

Rubio menegaskan Afrika Selatan tak diundang ke pertemuan G20 mana pun selama masa AS, menyebut kebijakan Pretoria sebagai "terapanisme" terhadap etnis keturunan Belanda.

Ramaphosa sendiri memilih jeda partisipasi hingga peluang keterlibatan substansial terbuka, seperti saat Inggris mengambil alih kepemimpinan G20 nanti.

Respons Pretoria

Magwenya menjelaskan Afrika Selatan akan tetap menjalankan program normal sambil pantau dinamika G20.

Keputusan AS ini memperlemah hubungan bilateral yang sudah renggang, terutama soal kebijakan luar negeri dan domestik. Ramaphosa sebelumnya tegaskan Pretoria tak gentar boikot AS saat gelar KTT di Johannesburg. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#as #afrika selatan #presiden #Amerika Serikat #Delegasi #g20