RADARTUBAN - Korea Utara baru-baru memancing perhatian dunia setelah media pemerintah merilis foto-foto terbaru yang memperlihatkan kemajuan pengembangan kapal selam bertenaga nuklir pertamanya.
Dalam gambar yang beredar itu,Kim Jong-un, terlihat meninjau kapal besar yang masih berada di fasilitas konstruksi dalam ruangan.
Menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), kapal selam tersebut memiliki berat lebih dari 8 ribu dan digambarkan sebagai kapal selam rudal berpemandu strategis.
Penggambaran ini mengindikasikan bahwa kapal selam baru itu kemungkinan akan mampu membawa senjata nuklir.
Selain itu, foto yang dibagikan pada kamis lalu menjadi pertama kalinya Korea Utara menampilkan hampir keseluruhan dari kapal tersebut, setelah sebelumnya hanya memperlihatkan bagian bawah lambung.
Kim Jong-un mengatakan proyek ini sebagai langkah bersejarah Korea Utara dalam memperkuat teknologi nuklirnya.
Lebih lanjut, dia juga mengecam upaya Korea Selatan yang mengembangkan kapal selam nuklir dengan dukungan dari AS.
Menurut Kim, hal tersebut menjadi ancaman langsung terhadap keamanan dan kedaulatan negara Korea Utara. Sedangkan para analis menyebut kemunculan kapal selam ini sebagai perkembangan yang serius.
Pasalnya, kapal selam bertenaga nuklir mampu beroperasi dalam waktu sangat lama di bawah laut, bergerak lebih cepat, serta lebih sulit terdeteksi dibanding kapal selam konvensional.
Jika benar kapal tersebut dipersenjatai rudal nuklir, kemampuan serangan balasan Korea Utara diperkirakan akan meningkat secara signifikan.
Ahli kapal selam dari Universitas Hanyang, Moon Keun-sik, mengatakan sebagian besar komponen utama seperti mesin dan reaktor kemungkinan telah terpasang.
Dia menambahkan uji coba kapal selam ini dapat dilakukan Korea Utara dalam beberapa bulan ke depan.
Hanya saja, banyak pertanyaan muncul bagaimana Pyongyang mampu mengembangkan kapal selam nuklir mengingat Korea Utara mendapatkan sanksi internasional yang cukup ketat.
Sejumlah pakar menilai kedekatan Korea Utara dengan Rusia berpotensi membuka akses bantuan teknologi untuk membatu pengembang kapal tersebut. Hanya saja klaim ini belum dapat dipastikan mengingat tidak ada bukti kongkret.
Beredarnya foto tersebut membuat ketegangan di Semenanjung Korea menjadi meningkat.
Baik Korea Selatan maupun Utara kini terus berlomba memodernisasi kekuatan militer masing-masing. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni