Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rusia Klaim Kediaman Putin Diserang 91 Drone Ukraina, Kyiv Bantah dan Trump Bereaksi

Siti Rohmah • Kamis, 1 Januari 2026 | 03:35 WIB

 

Presiden Rusia Vladimir Putin.
Presiden Rusia Vladimir Putin.

RADARTUBAN - Pemerintah Rusia mengklaim Ukraina telah melancarkan serangan besar-besaran menggunakan pesawat nirawak ke salah satu kediaman Presiden Vladimir Putin di wilayah Novgorod.

Menurut pernyataan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, sebanyak 91 drone jarak jauh ditembakkan antara Minggu malam hingga Senin pagi, namun seluruhnya berhasil dicegat dan dihancurkan.

Lavrov menilai insiden tersebut mencerminkan eskalasi serius dari Kyiv. Ia menyebut Ukraina telah beralih ke praktik “terorisme negara”, seraya menegaskan bahwa Moskow akan meninjau kembali sikapnya dalam proses perundingan damai.

Meski demikian, Rusia tidak membeberkan bukti rinci terkait klaim serangan tersebut.

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membantah tuduhan itu. Ia menyebut klaim Rusia sebagai rekayasa yang bertujuan merusak upaya perdamaian yang tengah berlangsung.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menanggapi laporan tersebut.

Usai melakukan percakapan telepon dengan Presiden Putin pada Senin pagi, Trump menyatakan ketidaksetujuannya terhadap dugaan serangan itu.

“Saya tidak menyukainya. Ini tidak baik,” kata Trump kepada wartawan di Mar-a-Lago, Florida. Ia mengungkapkan bahwa informasi mengenai insiden tersebut diperolehnya langsung dari Putin. Trump juga menilai situasi saat ini sangat sensitif dan bukan waktu yang tepat untuk eskalasi.

Klaim serangan drone itu muncul di tengah momentum penting dalam proses perdamaian Rusia–Ukraina.

Pemerintah Ukraina menyatakan telah menyetujui sekitar 90 persen dari proposal perdamaian yang dimediasi Amerika Serikat, termasuk terkait jaminan keamanan pascaperang.

Namun, perundingan masih menemui hambatan besar, terutama mengenai isu wilayah.

Rusia, yang dalam beberapa bulan terakhir mencatat kemajuan di medan tempur, berulang kali menolak rencana damai yang tidak memenuhi tuntutan maksimalnya.

Perang Rusia–Ukraina telah berlangsung sejak Februari 2022. Kremlin menyebut konflik tersebut sebagai “operasi militer khusus” dengan tujuan mendemiliterisasi Ukraina dan mencegah perluasan NATO.

Sementara itu, Ukraina bersama negara-negara Eropa menilai perang tersebut sebagai agresi ilegal yang telah memicu kehancuran luas dan korban jiwa besar, serta menjadi konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#drone #rusia #kyiv #Presiden Vladimir Putin #Novgorod #Ukraina #donald trump