Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ambisi AI Mark Zuckerberg: Meta Borong Energi Nuklir 6,6 Gigawatt untuk Pusat Data

Andika Julia Perdana Putra • Minggu, 11 Januari 2026 | 11:20 WIB
Meta jali kesepakatan dengan tiga PLTU untuk pasokan pusat data AI.
Meta jali kesepakatan dengan tiga PLTU untuk pasokan pusat data AI.

RADARTUBAN - Meta terlihat semakin serius untuk mengamankan pasokan listrik demi ambisi di industri AI.

Perusahaan induk Facebook dan Instagram itu mengumumkan tiga kesepakatan sekaligus untuk memanfaatkan energi nuklir sebagai penopang utama pusat data dan infrastruktur AI.

Dalam pengumuman terbaru, perusahaan menjali kerja sama dengan Vistra, Oklo, dan TerraPower. Total kapasitas yang dibidik mencapai 6,6 gigawatt hingga tahun 2035.

Pasokan listrik ini sebagai besar akan digunakan sebagai pondasi utama pusat data AI, termasuk supercluster Phrometheus di Ohio, AS.

Kesepakatan dengan Vistra dinilai paling cepat berdampak ke Meta. Perusahaan milik Mark Zuckerberg itu meneken kontrak berdurasi 20 tahun untuk membeli lebih dari 2,1 gigawatt listrik dari PLTU di Ohio.

Selain itu, Meta juha mendukung peningkatan kapasitas fasilitas nuklir di Ohio serta Pennsylvania dengan target tambahan faya 433 megawatt mulai tahun 2030.

Selain itu Meta juga menjalin kesepakatan dengan reaktor modular kecil atau SMR milik Oklo.

Perusahaan ini akan memasok total daya hingga 1,2 gigawatt mulai awal 2030 melalui pembangunan beberapa reaktor di Ohio, AS.

Karena setiap reaktor menghasilkan daya 75 megawatt, dibutuhkan lebih dari satu lusin unit reaktor untuk memenuhi kebutuhan Meta. Meski begitu, proyek ini masih menunggu persetujuan dari regulator nuklis Amerika Serikat.

Adapun TerraPower, startup yang didirikan bersama Bill Gates menyiapkan reaktor berpendingin natrium cair. Dua reaktor pertama ditargetkan akan menghasilkan daya 690 megawatt pada tahun 2032 dengan opsi tambahan enam reaktor, sehingga total berkapasitas 2,8 gigawatt.

Langkah Meta ini mencerminkan tren industri dimana nuklir dipandang sebagai sumber listrik yang stabil selama 24 untuk memasok AI. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#AI #instagram #Facebook #pusat data #nuklir #meta