Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Demi Gelar Dokter, Pemuda di India Diduga Sengaja Amputasi Kaki demi Jalur Disabilitas

M Robit Bilhaq • Minggu, 1 Februari 2026 | 07:35 WIB
Ilustrasi Dokter
Ilustrasi Dokter

RADARTUBAN - Seorang pemuda berumur 24 tahun di India dilaporkan melakukan tindakan ekstrem dengan sengaja memotong bagian kakinya sendiri agar bisa memperoleh kursi di fakultas kedokteran melalui jalur khusus penyandang disabilitas.

Peristiwa yang terjadi di Jaunpur, negara bagian Uttar Pradesh, saat ini sedang dalam proses pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian setempat.

Pria yang diketahui bernama Suraj Bhaskar ini merupakan salah satu peserta ujian masuk pendidikan kedokteran nasional di India yang sedang berupaya keras untuk diterima dalam program MBBS.

Hasil investigasi sementara menunjukkan dugaan bahwa Bhaskar secara sadar melukai dirinya sendiri demi memenuhi kualifikasi kuota bagi penyandang disabilitas atau Persons with Disabilities (PwD), mengingat persaingan memperebutkan posisi di fakultas kedokteran sangatlah sengit.

Pada mulanya, kejadian ini dilaporkan kepada otoritas sebagai sebuah aksi penyerangan.

Pihak kepolisian mulai melakukan tindakan setelah mereka menemukan potongan kaki manusia di sebuah kediaman di Desa Khalilpur, Jaunpur.

Bhaskar segera dipindahkan ke sebuah rumah sakit swasta guna mendapatkan bantuan medis.

Sementara itu, kepolisian sempat mengkategorikan kasus ini sebagai percobaan pembunuhan karena korban memberikan pengakuan bahwa dirinya telah dianiaya oleh individu yang tidak dikenal pada waktu malam hari.

Akan tetapi, proses penyidikan lebih lanjut justru menemukan berbagai hal yang tidak selaras.

Pihak berwenang mendapati adanya ketidakkonsistenan dalam keterangan yang diberikan oleh Bhaskar.

Selain itu, tidak ditemukan bukti dari rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan keberadaan orang luar di lokasi, serta riwayat komunikasi telepon yang tidak menunjukkan adanya tamu yang datang pada saat peristiwa terjadi.

Keraguan petugas semakin menebal saat mereka mengamankan sebuah buku catatan pribadi milik Bhaskar yang berisi tulisan mengenai ambisinya menjadi dokter MBBS di tahun 2026.

Tulisan tersebut memicu dugaan kuat bahwa perbuatan nekat ini telah dirancang dengan matang sebelumnya.

Lebih lanjut, tim penyidik menemukan jarum suntik yang diduga mengandung zat anestesi beserta sejumlah peralatan yang dipercayai digunakan sebagai alat untuk memotong kaki tersebut.

Temuan-temuan ini menggiring kepolisian pada kesimpulan bahwa luka berat tersebut kemungkinan besar dilakukan dengan sengaja untuk mendapatkan pengakuan status disabilitas dalam kebijakan kuota pendidikan.

Bhaskar adalah seorang lulusan Diploma Farmasi yang tengah bersiap untuk menempuh ujian NEET-UG, yakni seleksi nasional masuk kedokteran yang sangat kompetitif.

Pada awal tahun 2025, diketahui sempat mencoba mendaftarkan diri untuk mendapatkan sertifikat disabilitas di Banaras Hindu University, namun permohonan tersebut ditolak oleh pihak universitas karena kondisi fisiknya tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan kajian terhadap pasal-pasal hukum yang relevan untuk menjerat pelaku, termasuk indikasi penyampaian informasi bohong serta manipulasi barang bukti.

Kondisi Bhaskar saat ini dilaporkan sudah stabil dan masih dalam perawatan medis, sementara polisi berencana untuk menggali keterangan lebih mendalam segera setelah masa pemulihannya selesai. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#india #dokter #penyandang disabilitas #fakultas kedokteraan #amputasi kaki