Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Udara Gabungan AS dan Israel

Ika Nur Jannah • Senin, 2 Maret 2026 | 13:33 WIB

Mantan Presiden Iran ke-6, Mahmud Ahmadinejad
Mantan Presiden Iran ke-6, Mahmud Ahmadinejad

RADARTUBAN - Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dikabarkan tewas akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel di wilayah Narmak, timur laut Teheran, pada Sabtu malam (28/2).

Media Iran seperti ILNA mengonfirmasi bahwa Ahmadinejad, berusia 69 tahun, meninggal dunia bersama para pengawalnya di kediamannya.

Serangan Udara Targetkan Wilayah Strategis Teheran

Serangan tersebut menargetkan titik strategis di ibu kota Iran, meski detail lokasi dan korban lain masih belum jelas hingga kini.

Belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran atau Israel, tetapi klaim kematian Ahmadinejad beredar luas di media sosial dan kanal pemantau konflik.

Media Israel seperti Jerusalem Post dan Ma'ariv juga melaporkan peristiwa itu, menyebut Ahmadinejad berada dalam tahanan rumah saat diserang.

Baca Juga: Tangis Pecah di Televisi Nasional: Iran Resmi Konfirmasi Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei

Sosok Kontroversial dalam Politik Iran

Ahmadinejad menjabat presiden Iran periode 2005-2013 dan dikenal dengan sikap kerasnya terhadap Israel serta Barat, termasuk retorika provokatif soal penghapusan Israel dari peta.

Ia menjadi simbol perlawanan nuklir Teheran dan kerap dikritik karena kebijakan ekonominya yang memicu inflasi serta isolasi internasional Iran. Kematiannya terjadi di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang memanas.

Dunia Internasional Tunggu Konfirmasi Resmi

Kabar ini masih menunggu verifikasi resmi, dengan dunia internasional memantau perkembangan lebih lanjut. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Mahmoud Ahmadinejad dikabarkan tewas #iran #Amerika Serikat #Teheran #Israel #mantan presiden iran #serangan udara