Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Fokus Perang Timur Tengah! Presiden Donald Trump Tunda Pertemuan Krusial dengan Xi Jinping

M Robit Bilhaq • Rabu, 25 Maret 2026 | 09:00 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Persiden Tiongkok Xi Jinping
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Persiden Tiongkok Xi Jinping

RADARTUBAN - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengambil langkah resmi untuk menangguhkan rencana kunjungan kenegaraan dan pertemuannya dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.

Eskalasi Perang Jadi Alasan Utama Penundaan

Keputusan strategis tersebut diambil sebagai dampak dari eskalasi pertempuran antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang saat ini telah memasuki minggu ketiga.

Trump menjelaskan bahwa penundaan ini didasari oleh situasi internal pemerintahannya yang kini terserap sepenuhnya untuk menangani krisis bersenjata yang terus memanas tersebut.

Fokus Amerika Serikat pada Stabilitas Ekonomi Global

Saat ini fokus utama Amerika Serikat adalah memitigasi dampak buruk konflik terhadap stabilitas ekonomi, terutama yang berkaitan dengan keamanan jalur perdagangan internasional yang sedang terancam.

Baca Juga: Keir Starmer Tolak Ajakan Donald Trump, Pembukaan Selat Hormuz Bukan Misi NATO

Trump menegaskan bahwa dalam situasi perang yang sedang memanas, kehadirannya di pusat komando dalam negeri jauh lebih krusial dibandingkan melakukan perjalanan luar negeri.

Kunjungan ke Beijing Diundur Lima Pekan

Berdasarkan jadwal awal, Trump seharusnya mendarat di Beijing untuk melakukan kunjungan resmi pada tanggal 31 Maret hingga 2 April 2026 mendatang.

Namun, agenda diplomatik tingkat tinggi tersebut kini terpaksa digeser sekitar lima pekan dari jadwal semula dan diprediksi baru akan terlaksana pada akhir April.

Blokade Selat Hormuz Hambat Diplomasi

Menurut laporan dari Al Jazeera, hambatan utama diplomasi tersebut yaitu situasi di Selat Hormuz yang masih mengalami blokade total akibat pecahnya konflik bersenjata di kawasan.

Akibat penutupan akses Selat Hormuz oleh militer Iran menyebabkan harga minyak mentah dunia mengalami fluktuasi yang sangat tajam.

Trump Minta Peran Diplomatik Tiongkok Tekan Iran

Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times, Trump secara terbuka menyatakan harapannya agar Tiongkok bersedia menggunakan pengaruh diplomatiknya untuk menekan Teheran agar membuka kembali jalur vital itu.

Gedung Putih Pastikan Tiongkok Memahami Situasi

Juru bicara resmi Gedung Putih, Karoline Leavitt, menambahkan bahwa Beijing sangat mengerti dan memaklumi alasan mendasar di balik keputusan penangguhan kunjungan yang dilakukan oleh Trump.

Saat ini, pihak Washington tengah bekerja keras bersama Tiongkok untuk menentukan tanggal baru bagi pertemuan kedua pemimpin negara besar tersebut secepat mungkin.

Agenda Strategis Tetap Jadi Prioritas Pertemuan

Pertemuan antara Trump dan Xi Jinping sejatinya sangat dinantikan karena akan membahas poin-poin krusial seperti tarif perdagangan, pembatasan mineral tanah jarang, hingga isu sensitif Taiwan.

Ketegangan Baru Uji Hubungan Dua Kekuatan Besar

Meskipun hubungan kedua negara sempat membaik setelah kesepakatan gencatan perang dagang di Korea Selatan tahun lalu, ketegangan geopolitik baru ini kembali menguji ketahanan diplomasi mereka.

Penundaan Berpotensi Jadi Bumerang Diplomasi AS

Beberapa pengamat, seperti Ali Wyne, menilai bahwa penundaan bisa menjadi bumerang bagi Trump karena kini pihaknya justru berbalik membutuhkan dukungan Tiongkok untuk mengamankan stabilitas energi dunia.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa gejolak di Timur Tengah telah berhasil menggeser prioritas agenda diplomasi dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia secara signifikan pada tahun ini

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#presiden amerika serikat #iran #Amerika Serikat #konflik timur tengah #xi jinping #donald trump