Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Eskalasi Memanas! Dua Jet Tempur AS Rontok Dihantam Iran, Begini Reaksi Tak Terduga Trump

M Robit Bilhaq • Sabtu, 4 April 2026 | 19:34 WIB
Ilustrasi Pesawat Jet
Ilustrasi Pesawat Jet

RADARTUBAN - Pada hari Jumat tanggal 3 April 2026, pihak militer Iran dilaporkan telah  berhasil melumpuhkan dua unit pesawat jet tempur milik Amerika Serikat yang kemudian memicu dilakukannya operasi pencarian dan penyelamatan kru secara besar-besaran.

Media ternama asal Amerika Serikat seperti Axios serta CBS News yang mendapatkan informasi dari narasumber rahasia menyebutkan bahwa satu dari dua personel kru pesawat tersebut sudah berhasil dievakuasi oleh tim pasukan khusus Amerika Serikat. 

Namun demikian, pencarian terhadap kru kedua sampai saat ini dikabarkan masih terus dilakukan di lapangan.

Baca Juga: Iran Buka Komunikasi dengan AS di Tengah Konflik, Tegaskan Bukan Negosiasi atau Tanda Menyerah

Berdasarkan pemberitaan dari The New York Times dan The Wall Street Journal, pesawat yang terkonvergensi dalam insiden tersebut yaitu berjenis jet tempur F-15E Strike Eagle yang dioperasikan oleh dua orang yakni seorang pilot serta satu perwira sistem persenjataan. 

Peneylamatan tersebut melibatkan pasukan khusus Amerika Serikat ini menjadi misi pencarian pertama setelah adanya kehilangan pesawat tempur di wilayah Iran sejak Donald Trump menginstruksikan dimulainya operasi militer.

Berbagai dokumentasi berupa foto maupun rekaman video yang tersebar luas di media sosial serta media lokal Iran yang memperlihatkan aktivitas helikopter dan pesawat milik Amerika Serikat yang terbang dalam ketinggian rendah di area sekitar jatuhnya jet tersebut.

Di waktu yang bersamaan, terdapat laporan mengenai satu lagi pesawat militer Amerika Serikat yang terkena serangan dari pihak Iran. 

Seorang pejabat berwenang Amerika Serikat yang memahami kejadian tersebut mengungkapkan bahwa pesawat jenis A-10 Thunderbolt II mendapatkan tembakan yang cukup fatal sehingga mengharuskan pilotnya melakukan prosedur pelontaran diri.

Pesawat yang dijuliki Warthog tersebut diketahui sempat keluar dari ruang udara Iran sebelum sang pilot akhirnya melontarkan diri ke luar. 

Beruntung, pilot dari pesawat penyerang darat tersebut dilaporkan telah berhasil diselamatkan dengan aman.

Pihak militer Iran denga terbuka segera menyatakan tanggung jawab mereka atas rangkaian serangan udara tersebut. 

Pihak media pemerintah Iran yang merujuk pada keterangan resmi bagian hubungan masyarakat militer menjelaskan bahwa setelah berhasil dikunci oleh sistem pertahanan udara Iran di titik yang berdekatan dengan Selat Hormuz pesawat-pesawat tersebut akhirnya jatuh ke perairan Teluk Persia.

Sebagai informasi, pesawat A-10 adalah jenis pesawat tempur berawak tunggal yang dalam beberapa pekan terakhir telah aktif menjalankan berbagai misi di atas wilayah udara Iran. 

Hal ini menunjukkan adanya peningkatan intensitas dari kegiatan operasi udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah tersebut.

Sebagai respon insiden jatuhnya pesawat-pesawat tersebut, Presiden Donald Trump memberikan penegasan bahwa kejadian tersebut tidak akan berpengaruh terhadap jalannya proses negosiasi yang ada. 

Trump menyatakan dengan tegas bahwa peristiwa tersebut adalah bagian dari realitas peperangan yang saat ini sedang berlangsung.

Setelah insiden penembakan jatuh jet tempur tersebut, Mohammad-Bagher Ghalibaf yang menjabat sebagai Ketua Parlemen Iran melontarkan sindiran terhadap pernyataan kemenangan yang sering disampaikan oleh Trump. 

Melalui sebuah pernyataan di media sosial, Mohammad-Bagher Ghalibaf memberikan ejekan bahwa setelah klaim kemenangan yang berulang kali.

Strategi perang yang dimulai Amerika Serikat kini justru merosot tujuannya dari upaya penggantian rezim menjadi sekadar upaya meminta bantuan untuk menemukan pilot mereka yang hilang. 

(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#as #iran #Amerika Serikat #pesawat jet #donald trump