Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Menlu Sugiono Sampaikan Duka atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Misi UNIFIL

M Robit Bilhaq • Minggu, 5 April 2026 | 10:31 WIB
Sugiono dorong investigasi menyeluruh atas insiden tewasnya prajurit TNI di Lebanon. (JAWA POS)
Sugiono dorong investigasi menyeluruh atas insiden tewasnya prajurit TNI di Lebanon. (JAWA POS)

RADARTUBAN - Sugiono selaku Menteri Luar Negeri  yang bertindak atas nama Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan rasa belasungkawa yang sangat mendalam terkait insiden gugurnya tiga personel TNI saat menjalankan tugas internasional dalam misi perdamaian di wilayah Lebanon.

Ungkapan duka tersebut Sugiono aturkan saat prosesi upacara penghormatan terakhir bagi ketiga jenazah prajurit di area VIP Bandara Soekarno-Hatta yang terletak di Tangerang Banten pada suasana yang penuh dengan rasa sedih sekaligus khidmat.

Dalam kesempatan tersebut (4/4) Menteri Luar Negeri menyampaikan simpati yang tulus kepada anggota keluarga yang ditinggalkan oleh para almarhum.

Baca Juga: Duka Mendalam di Lebanon: Dua Lagi Prajurit TNI Gugur Saat Menjalankan Misi Perdamaian PBB 

Sugiono berdoa agar para pejuang bangsa tersebut mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa serta berharap agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan kesehatan dan ketabahan dalam melewati masa sulit ini.

Tiga anggota TNI yang dinyatakan gugur dalam peristiwa tersebut yaitu almarhum Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar bersama almarhum Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan serta almarhum Kopda (Anm) Farizal Rhomadon yang semuanya merupakan bagian dari Kontingen Garuda UNIFIL.

Sugiono menekankan bahwa Pemerintah Indonesia melalui perwakilannya di New York, pemerintah Indonesia telah mengajukan permintaan resmi kepada Dewan Keamanan PBB untuk segera menyelenggarakan pertemuan darurat.

Pemerintah secara tegas mengutuk segala bentuk serangan yang menyasar pasukan penjaga perdamaian dan menuntut adanya penyelidikan yang dilakukan secara menyeluruh terhadap insiden tersebut.

Selanjutnya Sugiono menjelaskan bahwa mandat utama dari pasukan perdamaian adalah untuk memelihara stabilitas wilayah dan bukan untuk terlibat dalam operasi pertempuran yang bersifat ofensif.

Beliau menegaskan bahwa tugas para prajurit tersebut untuk menjaga perdamaian sehingga diperlukan jaminan keamanan yang pasti bagi mereka karena perlengkapan yang dibawa tidak dirancang untuk serangan militer aktif.

Selain itu Indonesia juga mendorong pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk meninjau kembali serta mengevaluasi sistem perlindungan bagi seluruh personel penjaga perdamaian khususnya bagi mereka yang bertugas di bawah bendera UNIFIL.

"Sekali lagi, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga arwah yang gugur diterima di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran," ujar Sugiono. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#menlu #TNI #sugiono #menteri luar negeri