RADARTUBAN - Wakil Presiden Amerika Serikat James David Vance (JD Vance), membatalkan rencana memimpin utusan AS dalam perundingan tahap kedua dengan Iran yang dijadwalkan di Pakistan minggu depan.
Presiden Donald Trump mengungkapkan pembatalan itu menyebabkan masalah keamanan saat berbicara dengan ABC News.
Perundingan AS-Iran di Pakistan merupakan kelanjutan dari pembicaraan sebelumnya yang berlangsung di Islamabad, di mana delegasi AS sebelumnya dipimpin Vance.
Baca Juga: Negosiasi AS-Iran Buntu, JD Vance: Tawaran Terakhir Sudah Diberikan
Delegasi AS dijadwalkan tiba di Pakistan pada (20/4), untuk melanjutkan diskusi. Trump menegaskan AS menawarkan "paket yang adil" kepada Teheran, namun memperingatkan konsekuensi berat jika ditolak.
Dalam postingan media sosial pada 19 April 2026, Trump menulis ancaman tegas bahwa AS akan "menghancurkan setiap kilang nuklir Iran" jika tawaran ditolak.
Meski batal, pejabat senior AS seperti Duta Besar untuk PBB Mike Waltz dan Menteri Energi Chris Wright sempat merencanakan Vance memimpin sidang.
Gedung Putih langsung membantah klaim Trump, menegaskan Vance tetap akan memimpin delegasi ke Pakistan untuk berunding dengan Iran.
Pernyataan itu disampaikan pada (19/4), tak lama setelah Trump mengumumkan Pembatalan. Situasi ini menimbulkan kebingungan di kalangan pejabat Washington terkait kepergian Vance. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni